• 01.jpg
  • 02.jpg
  • 03.jpg

travel agency template header

Idul Adha 1441 H 31.7.2020 08:00 17 Hari

Pertama di Kalbar, Desa Sungai Rengas Kubu Raya Salurkan BLT DD Secara Non Tunai ke Rekening Penerima

Jum’at, 5 Juni 2020

Sungai Raya - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2020 terus dilakukan sejumlah Desa di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) bagi warga terdampak Covid-19. Hingga saat ini sudah terdapat 65 Desa yang tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten itu yang sudah menyalurkan BLT Dana Desanya.

Ada proses berbeda dalam penyaluran BLT DD di Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap dengan Desa-desa lainnya di Kabupaten itu. Yang mana penyaluran BLT DD di Desa Sungai Rengas ini dilakukan dengan sistem non tunai melalui aplikasi Cash Managemen System (CMS) Bank Kalbar yang langsung masuk ke rekening 242 Kepala Keluarga (KK) terdampak Covid-19. Penyaluran BLT dana desa non tunai ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan kepada 10 perwakilan warga penerima BLT dana desa di aula Pondok Pesantren An-Nur Jln. Raya Sungai Berembang Desa Sungai Rengas, Kamis (4/6/2020).

Kepala Desa Sungai Rengas Heri Kurniawan mengatakan, selama ini program penyaluran BLT Dana Desa, hampir seluruh Desa di Indonesia melakukannya dengan langsung membagikannya ke Kepala Keluarga (KK) miskin terdampak Covid-19. Namun di Desa yang ia pimpin saat ini, penyalurannya sangat berbeda yang mengacu pada Peraturan Bupati Kubu Raya Nomor 27 Tahun 2019 tentang sistem dan prosedur pengelolaan keuangan desa dan pembayaran non tunai pada pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) dengan melakukan transaksi penggunaan Dana Desa dengan sistem non tunai melalui aplikasi CMS Bank Kalbar.

“Berdasarkan informasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kubu Raya yang menyatakan, Sungai Rengas merupakan Desa pertama di Kabupaten Kubu Raya yang menyalurkan BLT DD nya dengan sistem non tunai melalui transfer ke rekening penerima BLT. Mengapa pihaknya menyalurkan BLT DD ini dengan sistem non tunai? Karena langkah ini sudah memiliki dasar hukum yang kuat dan pertanggung jawaban keuangannya jelas dan tranparan serta akuntabel,” ungkap Kepala Desa Sungai Rengas Heri Kurniawan saat menyampaikan arahannya kepada penerima BLT DD di aula Pondok Pesantren AN-Nur Jln. Raya Sungai Berembang Desa Sungai Rengas, Kamis (4/6/2020).

Heri menuturkan, langkah ini dilakukannya untuk mensukseskan proram Bupati Kubu Raya Muda Mehendrawan untuk mewujudkan asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa di semua Desa di Kabupaten ini. Atas dasar inilah, pihaknya menyalurkan BLT DD ini dengan sistem non tunai.

“Untuk penyaluran BLT Dana Desa kita untuk tahun anggaran 2020 ini mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 40 tahun 2020 yang manyatakan Desa yang menerima DD di atas 1,2 miliar harus mengalokasikan BLTnya maksimal 35 persen dari Dana Desa dan apa yang telah dilakukan kami dalam penyaluran BLT ini sudah sesuai dengan hasil musyawarah desa khusus yang kami lakukan untuk menetapkan nama-nama penerima BLT DD ini,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPMD Kubu Raya M. Zaini memaparkan, dari 65 Desa yang sudah menyalurkan BLT DD melalui sistem non tunai ini, baru Desa Sungai Rengas yang sudah melakukannya dan ini merupakan adanya kerjasama antara perangkat desa dengan Bank Kalbar cabang Kubu Raya termasuk warga yang menerima BLT ini.

“Apa yang dilakukan Desa Sungai Rengas dalam penyaluran BLT DD ini menjadikan desa ini sebagai desa yang satu-satunya untuk saat ini yang menggunakan sistem non tunai dan inilah yang sebenarnya paling tepat dan benar karena ini merupakan amanah pertama dalam sejarah penerapan non tunai, namun dengan kondisi saat ini, tidak semua desa bisa melakukan hal ini. Namun Alhamdulillah, selama kami menghadiri penyaluran BLT DD ini, baru Desa Sungai Rengas yang sudah melakukannya,” paparnya.

Zaini menjelaskan, anggaran BLT ini merupakan dana yang telah diamanahkan oleh Pemerintah pusat yang kegunaannya memiliki tiga prioritas diantaranya untuk pananganan dan penanggulangan Covid-19, jika anggaran masih tersedia diperuntukan untuk program padat karya tunai dan BLT ini yang merupakan amanah dan prioritas dari Kementrian Desa yang masuk dalam jaring pengamanan Sosial bagi warga terdampak Covid-19.

“Untuk program jaring pangamanan sosial tentunya sejumlah bantuan sudah disalurkan, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Sosial Tunai (BST) yang hampir sama dengan BLT. Jika ada warga yang belum mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial, maka akan dibantu melalui BLT dana desa,” kata Zaini.

Sementara itu satu diantara 10 perwakilan warga penerima BLT dana desa Rabudin berterima kasih kepada pemerintah Desa Sungai Rengas dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Dirinya merasa bersyukur karena bisa mendapatkan bantuan ini. Karena selama ini hanya bantuan inilah yang ditunggunya untuk memenuhi kebutuhan istri dan 3 anaknya, mengingat selama pandemi Covid-19 ini dirinya sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya karena dibatasinya aktivitas keluar rumah.

“Alhamdulillah, akhirnya saya bisa mendapatkan bantuan ini. Kalau mau jujur, bantuan seperti inilah yang saya dan keluarga saya harapkan selama ini dan saya akan menggunakannya sesuai dengan amanah dari bapak Bupati Muda Mahendrawan untuk dimanfaatkan di sektor kesehatan meski masih banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dibeli, tapi saya rasa apa yang disampaikan bapak Bupati itu benar, karena sehat dulu yang diutamakan di masa pendemi Covid-19 ini,” ucapnya dengan rasa syukur.

Kegiatan yang dihadiri perwakilan dari Polsek dan Danramil Sungai Kakap serta Camat Sungai Kakap Rusdety ini, pihak bank Kalbar cabang Kubu Raya langsung mentransfer BLT dana desa kepada masing-masing rekening penerima sesuai dengan data yang disampaikan Pemerintah Desa Sungai Rengas.

Kepala Cabang Pembantu Pembantu Bank Kalbar Desa Pal IX Kecamatan Sungai Kakap Rendi Ardian mengatakan, dalam proses bantuan BLT dana desa non tunai di Desa Sungai Rengas ini, pihaknya tidak memungut satu rupiahpun kepada warga penerima dalam pembuatan rekening tabungan dan pihaknya juga tidak membebani biaya saat BLT dana desa itu masuk ke rekening maupun saat si penerima bantuan mengambil uangnya ke tabungannya.

“Kita gratiskan sesuai prosesnya dan data warga penerima BLT ini kita dapatkan dari pihak Desa Sungai Rengas, karena kita juga tidak bisa kerja sendiri dan kita juga tidak mungkin untuk mengumpulkan warga untuk datang ke kantor dalam pembuatan buku tabungan. Pihak Desa juga yang menjadwalkan warga yang akan datang untuk menandatangani buku tabungannya,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi langkah yang dilakukan Desa Sungai Rengas dalam penyaluran BLT Dana Desa dengan sistem non tunai. Untuk saat ini Desa Sungai Rengas merupakan yang pertama di Kubu Raya bahkan mungkin di Kalbar yang penyaluran BLT Dana Desanya dengan sistem non tunai. Menurutnya hal ini bukan soal gagahan, namun yang paling terpenting transparansinya. Dirinya mengharapkan BLT ini bisa dimanfaatkan untuk aspek kesehatan bagi warga penerima BLT.

“Dengan adanya kerjasama antara Pemdes dan Bank Kalbar dalam penyaluran BLT dana desa ini merupakan konsistensi dalam pengelolaan dana desa dengan cara non tunai dan kita harapkan kedepannya desa-desa lainnya juga akan melakukan hal yang sama dengan Desa Sungai Rengas melalui sistem non tunai. Karena dengan sistem non tunai ini, pihak desa tidak lagi direpotkan untuk mengumpulkan orang, apalagi di masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga pihak desa hanya menunggu tanda terima yang akan disusulkan.

Bupati Muda menilai, penyaluran BLT dana desa sistem non tunai ini tentunya banyak manfaat yang didapatkan warga yang menerimanya, selain untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga penerima juga bisa langsung menabungkan uangnya ke Bank Kalbar sehingga tidak perlu lagi untuk membuka rekening. Sampai saat ini sudah lebih 50 persen (65 desa) dari jumlah keseluruhan (118) Desa di Kubu Raya yang sudah menyalurkan BLT dana desanya. Sedanga Desa yang sudah melakukan Musyawarah Desa (Musdes) nya terdapat 79 desa, karena kalau Desa sudah melakukan Musdes maka penyaluran BLT dana desa nya akan lebih cepat dilakukan.

“Data penerima BLT ini disalurkan setelah dilakukannya pelaksanaan BST dari Kemensos RI, sehingga banyak dari desa ragu untuk mendata supaya bisa mengcover diluar BST dan dana BLT ini sebesar Rp.600.000 selama 3 bulan diberikan kepada masyarakat miskin Non PKH, di luar Penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial tunai yang dananya secara otomatis sudah dimasukan ke rekening penerima bantuan. Mudah-mudahan melalui pendekatan-pendekatan setidaknya bantuan ini sudah bisa dilakukan dengan berkeadilan,” jelasnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Usman. Dirinya menilai apa yang dilakukan Pemdes Sungai Rengas ini merupakan wujud transparansi dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan desa. Sebagai legeslatif pihaknya berkewajiban untuk memonitor dan memantau proses penyalurannya sedengkan eksekusinya ada di Kepala Desa, Camat dan Dinas PMD Kubu Raya serta Bupati Kubu Raya.

“Alhamdulillah, Desa Sungai Rengas ini sangat baik dengan penyaluran BLT dana desa dengan sistem non tunai ini sebagai langkah dari pihak desa untuk meminimalisir penyalahgunaan dan penyimpangan penggunaan dana desa. Selama ini banyak program bantuan dari pemerintah, baik itu BST, PKH, BPNT dan sembako yang semuanya itu pihak desa tidak bisa lagi mengutak-atik data yang masuk. Tapi BLT ini murni data yang 100 persen diusulkan oleh pihak desa, sehingga dengan data ini tidak ada warga yang terdampak yang tidak tersentuh bantuannya. Karena BLT ini kewenangannya ada di desa, tentu pihak desa bisa mengrekrut warganya yang belum tersentuh bantuan.

Legeslator Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Sungai Kakap itu menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada Kades Sungai Rengas dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kubu Raya pihaknya bersama Pemerintah Daerah juga mengganggarkan bantuan-bantuan yang akan diberikan kepada warga yang terdampak tapi belum tersentuh beupa sembako dalam waktu dekat akan segera disalurkan.

Wakil Ketua DPRD Kubu Raya tiga priode itu menuturkan, semua bantuan ini tentunya diberikan kepada semua warga yang terdampak, sehingga masyarakat juga harus memakluminya, jika tidak semua masyarakat bisa mendapatkan bantuan ini karena tidak semua masyarakat Kubu Raya ini tergolong masyakarat miskin.

“Dengan jumlah penduduk lebih dari setengah juta jiwa ini, tentunya Pemerintah Daerah tidak mungkin memberikan bantuan ke semua masyarakat Kubu Raya dan haruslah dipilah terlebih dahulu. Tapi saya yakin, Pemerintah Kubu Raya sudah membantu lebih dari 50 persen warganya. Bahkan bisa mendekati 100 persen apabila bantuan itu dari berbagai sumber baik itu dari APBN, APBD Provinsi maupun dari APBD Kabupaten,” pungkasnya. 

=========================

SUMBER

**Konsol Debug Joomla!**

**Sesi**

**Informasi Profil**

**Penggunaan Memori**

**Database Queries**

**Galat uraian di dalam berkas bahasa**

**Berkas Bahasa Yang Dimuat**

**String Tak Diterjemahkan**