• 01.jpg
  • 02.jpg
  • 03.jpg

travel agency template header

Idul Adha 1441 H 31.7.2020 08:00 17 Hari

Musdes Jeruju Besar Bahas Khusus Bansos

Jum’at, 5 Juni 2020

Sungai Raya - Menjalankan tugas pemerintah pusat yang berhubungan dengan terdampaknya covid-19, pemerintah desa Jeruju Besar melaksanakan pendataan masyarakat yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) dan bansos lainnya agar tepat pada sasaran.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya pada hari Rabu(3/6/2020). Pelaksanaan validasi, finalisasi dan penetapan KK penerima BLT, DD dan bansos lainnya langsung dibahas secara detail serta hati-hati untuk masyarakat yang berhak mendapatkan BLT, sehingga butuh cross-check secara benar, agar tidak terjadi double counting masyarakat yang menerima bantuan PKH serta masyarakat yang menerima bantuan BPNT dan bansos lainnya.

Kegiatan Validasi, Finalisasi Dan Penetapan Penerima BLT DD dan Bansos dimulai Jam 09.00. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BPD beserta anggotanya, Kepala Dusun, RW, RT dan perangkat desa Jeruju Besar.

Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah, SE menjelaskan bantuan yang masuk ke desa perlu diproses dengan hati-hati agar jangan sampai ada penyimpangan dari bantuan tersebut, sesuai hasil rapat Forkopimcam sebelumnya.

“Jangan sampai bantuan itu tumpang tindih, dari bantuan KPM, bantuan BPNT, kita kerja harus hati-hati dan dalam waktu yang singkat ini harus selesai. Kepada Kepala Dusun juga hati hati dalam memverifikasi data orang penerima bantuan tersebut yang nantinya harus diketahui oleh Kepala Desa dan Kecamatan, karna data itu masuk pada Bupati. Pokoknya jangan sampai  double bantuan yang ada dalam rangka pencegahan Covid-19,” paparnya.

Nurhalijah memaparkan, dari hasil Validasi dan Virifikasi data pada Musdes tersebut ternyata ada beberapa orang tidak terdata yang mendapat BST ternyata juga mereka menerima BLT DD.

“Setelah diverifikasi kurang lebih ada dua orang yang menerima BST (dan) juga menerima BLT DD. Sehingga nanti kami akan minta dikembalikan BLT DD-nya untuk di gantikan orang lain. Kemudian untuk BST warga yang sudah tidak ada berlokasi tinggal di wilayah Jeruju (Besar) juga ada beberapa orang dan Insya Allah akan kita usulkan juga untuk mendapatkan bantuan yang lain,” katanya.

Terkait Bansos yang akan dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, bantuan dari Bulog dan Kabupaten jumlahnya 5% dari jumlah KK yang ada. Sedangkan mekanisme cara pembagian dari Pemerintah Desa, Nurhalijah mengatakan sebenarnya dari Bulog itu 5kg per KK kemudian dari kabupaten beras 5kg dan gula 2kg.

“Tapi dari hasil musyawarah kami kemarin, biar tidak ada kesenjangan gulanya kami bagi satu kilo satu kilo per KK biar ada pemerataan (sehingga) dapat berasnya lima kilo gulanya satu kilo. Sedangkan yang akan menerima bantuan Bansos dari pemerintah, setelah data diverifikasi yang akan menerima Bansos dua ratus lebih KK jumlah keseluruhannya,” jelasnya.

Sementara  itu Ketua BPD Desa Jeruju Besar M. Ali Syeh Zen  saat diwawancarai sejumlah wartawan menyampaikan tidak menginginkan adanya temuan salah penerima maupun penyimpangan.

“Karena berakibat ketidaknyamanan. Kita berharap data ini se-valid mungkin dan dapat dinikmati oleh masyarakat Desa Jeruju Besar,” katanya.

Ali juga mengimbau agar Bansos dari pemerintah ini dapat diterima apa adanya serta jangan menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat.

“Kalau kita bicara masalah dampak Covid-19 ini semua masyarakat itu terdampak. Harapan kami kalau dapat dari Pemerintah baik itu dari pemerintah daerah Provinsi dan Pemerintah Pusat dapat memberikan bantuan-bantuan selanjutnya untuk masyarakat Desa Jeruju Besar,” harapnya.

=========================

SUMBER

**Konsol Debug Joomla!**

**Sesi**

**Informasi Profil**

**Penggunaan Memori**

**Database Queries**

**Galat uraian di dalam berkas bahasa**

**Berkas Bahasa Yang Dimuat**

**String Tak Diterjemahkan**