• 03.jpg

travel agency template header

Hari iniHari ini56
KemarinKemarin843
Minggu iniMinggu ini899
Bulan iniBulan ini22783
TotalTotal3054804
IP Address : 3.215.182.81
DEBUG
Time:[0.025777101516724sec]

**Kami memiliki **33 tamu** dan **tidak ada anggota** online**

mini slideshow 1.jpg

Wafat Isa Almasih 10.4.2020 08:00 10 Hari

Bangun Desa Jadi Magnet Wisata Daerah

Selasa, 10 Maret 2020

Sungai Raya - Perhelatan festival video blog (vlog) bertajuk “Kubu Raya Traveler Vlog Festival (KRTV) 2020” tuntas digelar. Festival yang bertujuan mengangkat potensi-potensi wisata di Kubu Raya melalui media informasi kreatif ini sukses menghimpun 89 vlog karya peserta. Di mana dari 89 vlog tersebut panitia mengkurasi hingga menjadi 20 vlog finalis. Yang pemenangnya telah diumumkan pada Malam Penganugerahan KRTV Fest 2020 di Gardenia Resort and Spa Kubu Raya pada Sabtu (7/3) lalu.

Ungkapan apresiasi pun disampaikan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. Ia menyebut seluruh peserta KRTV Festival sebagai pejuang.

“Karena mampu untuk menggali potensi desa, kebudayaan, keberagaman, keunikan, kekhasan, dan juga emosional kebatinan desa dan menampilkannya di vlog yang dibuat,” tuturnya seusai kegiatan.

Menurut Muda, hal itulah yang sesungguhnya menjadi substansi pelaksanaan KRTV Festival. Alih-alih sekadar berjualan destinasi wisata. Festival, menurut dia, sekaligus pembuktian kemampuan anak-anak muda Kubu Raya dalam membangun dan memperkuat daya tarik daerah menjadi magnet wisata.  Dengan cara integrasi dan kolaborasi yang kerap ia sebut sebagai sistem “kepung bakul”.

“Inilah yang kita harapkan, yaitu anak-anak muda yang kaya ide dan mampu berpikir menembus zaman. Ini yang kita butuhkan saat ini,” jelasnya.

Muda mengatakan saat ini ada tren “kembali ke alam”. Di mana wisatawan ingin menikmati orisinalitas alam. Menikmati panorama sekaligus menyesap suasana kebatinan masyarakat di desa.    Karena itu, sangat penting untuk menyiapkan masyarakat desa agar juga mampu berpikir visioner. Bisa menjadi tuan rumah yang baik. Yang membuat kerasan para tamu. Sehingga mau menginap satu-dua hari di desa. 

“Ini menjadi tren wisata belakangan ini. Orang sudah jumud dengan situasi kota yang serba melihat benda mati. Tapi di perkampungan, semuanya melihat bagaimana alam dan suasana batin,” jelasnya.

Terlebih sebagai kabupaten dengan luas sekitar 700 ribu hektare dan masyarakat yang heterogen, desa atau kampung menjadi sumber kearifan lokal. Di desalah terdapat berbagai peradaban unggul yang harus dirawat. Desa, tegas Muda, adalah masa depan. Bukan masa lalu.

“Desa punya derajat yang lebih tinggi karena mereka produsen. Orang kota hanya konsumen. Dan  desa-desa itu mari kita eksplorasi. Insya Allah tahun tahun depan kita siap untuk mengadakan festival film pendek. Melalui film pesan-pesan peradaban itu dan masa depan desa kita perjuangkan bersama,” tuturnya.

Terkait pelaksanaan KRTV Festival, Muda menyebutnya sebagai upaya membuka ruang keterlibatan untuk kaum muda ikut mempromosikan potensi pariwisata daerah. Menurutnya, era digital serba cepat sangat membutuhkan keterlibatan anak-anak muda. Karena itu, pemerintah harus membuka ruang kreasi sebagai peluang untuk produktivitas kaum muda. Pemerintah daerah, sebutnya, sangat memerlukan ide-ide segar generasi muda terdidik. KRTV Fest sekaligus menjadi satu di antara cara menunjukkan bahwa Kubu Raya mampu berkontribusi untuk Indonesia.

“Alhamdulillah ada antusiasme luar biasa dari para peserta. Aktualisasi yang betul-betul menggambarkan bagaimana Kubu Raya punya aset alam dan keberagaman budaya yang membanggakan,” ucapnya.

=========================

SUMBER

??PLG_DEBUG_TITLE??

??PLG_DEBUG_SESSION??

**Informasi Profil**

**Memori Digunakan**

??PLG_DEBUG_QUERIES??

**Galat memilah berkas bahasa**

**Berkas Bahasa Termuat**

**String tidak diterjemahkan**