• 03.jpg

travel agency template header

Hari iniHari ini60
KemarinKemarin843
Minggu iniMinggu ini903
Bulan iniBulan ini22787
TotalTotal3054808
IP Address : 3.215.182.81
DEBUG
Time:[0.015043973922729sec]

**Kami memiliki **25 tamu** dan **tidak ada anggota** online**

mini slideshow 4.jpg

Wafat Isa Almasih 10.4.2020 08:00 10 Hari

Gerakan Membacakan Upaya Merawat Generasi

Senin, 9 Maret 2020

Sungai Raya - Gerakan membacakan akan menciptakan anak-anak berkepribadian unggul di Kabupaten Kubu Raya. Hal itu kembali ditegaskan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat membuka kegiatan Dongeng Ceria dan Roadshow Gerakan Kubu Raya Membacakan yang digelar Rumah Pintar Punggur Cerdas di Aula Kantor Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu (7/3/2020).

Menurut Muda, Gerakan Kubu Raya Membacakan adalah inovasi literasi pertama di Indonesia yang dapat memperkuat mental, karakter, kemampuan, dan kepribadian unggul lainnya pada diri anak.

“Itu semua yang akan membekali dan menggiring anak-anak agar besar kelak insya Allah akan mampu jadi pemimpin besar di republik ini,” ujarnya.

Ia menerangkan, gerakan membacakan adalah inovasi literasi yang bertujuan menumbuhkan minat baca. Sekaligus membangun rasa percaya diri dan mengembangkan dasar relasi hubungan sosial melalui peningkatan kemampuan berkomunikasi pada anak. Dengan gerakan membacakan, alih-alih sekadar membaca, akan ada interaksi antara pembaca dan pendengar. Selain itu dampak pengetahuan hasil dari membacakan juga dapat dirasakan oleh kedua pihak, baik pembaca maupun pendengar.

“Justru dengan membacakan harus bersuara itu melibatkan pendengar. Kalau baca sendiri pintarnya juga sendiri. Orang lain tidak mendapat ilmu. Sekarang kita membangun karakter berbagi supaya orang lain pun dapat ilmu dan pengetahuan. Dan akhirnya kita juga akan dihargai dan menghargai orang lain. Jadi dampak inilah yang kita pikirkan ke depan,” tuturnya menjelaskan.

Muda mengatakan gerakan membacakan akan membuat semua anak memegang buku. Kemudian belajar berani untuk membacakan isinya kepada orang lain. Setiap Jumat, anak-anak akan dipandu oleh guru untuk melakukan aktivitas membacakan. Dimulai dari lingkungan terdekat dan berlanjut ke lingkungan sekitar di masyarakat. Kegiatan membacakan dilakukan secara berkelompok.

“Kita membuat program pembelajaran ini bukan tanpa sebuah harapan. Ini semua supaya anak-anak Kubu Raya itu lebih cepat belajar, punya percaya diri, bisa bergaul dengan baik, berani bicara, berani berpendapat, dan jika sudah besar nantinya akan bisa punya masa depan yang baik,” ucapnya.

Muda bahkan menantang anak-anak untuk melakukan kegiatan membacakan di kantor-kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Kubu Raya. Dimulai dari kantor desa setempat dan berlanjut hingga ke Kantor Bupati Kubu Raya. Dengan begitu, ujarnya, anak-anak akan membuat sejarahnya sendiri.

“Membikin sesuatu yang menyemangati orang tuanya dan anak-anak lainnya,” katanya.

Kepada para orang tua, ia mengajak untuk ikut mengawal eksistensi gerakan membacakan. Karena gerakan tersebut dinilai ampuh dalam mendongkrak minat baca masyarakat khususnya generasi muda. Dengan meningkatnya minat baca, diharapkan kualitas diri dan keilmuan anak juga akan terangkat.

“Coba lihat di negara kita sekarang ini, kita ini termasuk yang rendah di dalam literasi membaca. Dan itu menyebabkan anak-anak Indonesia itu banyak kalah di dalam pertarungan atau level kualitas pendidikan,” sebutnya.

Menyambut dunia masa depan, Muda menyebut sangat penting membekali anak dengan kepercayaan diri yang tinggi. Tidak saja untuk bersaing di level atas, tapi juga untuk membentengi anak dari hal-hal negatif termasuk tindak kriminalitas.

“Sekarang anak-anak banyak terjerumus kepada hal-hal yang berlebihan. Itu semua terjadi karena mereka tidak yakin dengan dirinya, tidak percaya diri. Sehingga melakukan tingkat kenakalan yang melampaui batasan hingga meresahkan. Ini yang harus kita jaga sama-sama di Kubu Raya, yaitu menjaga generasi anak-anak kita,” ajaknya.

Muda menyatakan, gerakan membacakan adalah program yang didesain secara serius. Karena itu, dirinya mengajak semua pihak mulai orang tua hingga masyarakat untuk ikut menjaga gerakan tersebut. Sebab dengan terbangunnya rasa percaya diri anak, maka anak akan mampu menjaga dirinya sendiri dari sikap dan perilaku negatif.

“Saya mendesain program ini bukan sekadar-sekadar. Tapi ini benar-benar ingin membuat anak-anak kita itu percaya diri. Kalau sudah percaya diri, insya Allah mereka akan menjaga bahkan akan melipatgandakan kemampuannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, anak harus diberikan ruang aktualisasi diri. Karena anak butuh pengakuan dan apresiasi.

“Mereka ingin membuktikan, karenanya berikan ruang aktualisasi sehingga anak merasa dihargai dan akhirnya merasa sayang untuk berbuat yang aneh-aneh. Gerakan ini berhubungan langsung dengan sekolah, guru, anak-anak, masyarakat, dan pemerintah termasuk pemerintah desa,” pesannya.

Muda menegaskan, dirinya akan mengawal terus keberadaan gerakan membacakan. Termasuk eksistensi taman-taman bacaaan desa, rumah-rumah pintar, dan kelompok-kelompok pemuda penggeraknya.  Karena hal itu adalah bagian dari upaya menjaga generasi. Juga mewujudkan generasi yang berkualitas.

“Saya antusias sekali karena tidak ada lain bagi seorang kepala daerah, kebahagiaan itu adalah menjaga generasi Kubu Raya. Karena tanggung jawab akhirnya adalah bagaimana kita merawat dan menyelamatkan generasi agar benar-benar mampu mewujudkan generasi berkualitas, cerdas, beriman, bertakwa, dan akhirnya membanggakan orang tua, masyarakat, dan negara,” paparnya.

“Terima kasih dan saya sangat menghargai dedikasi semua pihak. Insya Allah kita akan tetap berjuang bersama untuk memperkuat anak-anak kita baik di manapun,” tutupnya.

=========================

SUMBER

??PLG_DEBUG_TITLE??

??PLG_DEBUG_SESSION??

**Informasi Profil**

**Memori Digunakan**

??PLG_DEBUG_QUERIES??

**Galat memilah berkas bahasa**

**Berkas Bahasa Termuat**

**String tidak diterjemahkan**