• 03.jpg

travel agency template header

Hari iniHari ini50
KemarinKemarin843
Minggu iniMinggu ini893
Bulan iniBulan ini22777
TotalTotal3054798
IP Address : 3.215.182.81
DEBUG
Time:[0.017070055007935sec]

**Kami memiliki **39 tamu** dan **tidak ada anggota** online**

mini slideshow 3.jpg

Wafat Isa Almasih 10.4.2020 08:00 10 Hari

Jeruju Besar Jadi Desa Mandiri, Kades Puji Bupati Muda

Senin, 17 Februari 2020

Sungai Raya - Desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap menjadi satu di antara desa yang punya progres pesat di Kabupaten Kubu Raya. Dalam kurun tiga tahun terakhir, desa ini dua kali berubah status. Dari status desa berkembang naik menjadi desa maju, dan dari desa maju meningkat menjadi desa mandiri. Menurut Kepala Desa Jeruju Besar Nurhalijah, pencapaian tersebut di antaranya berkat sentuhan tangan dingin Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan.

“Beliau adalah inspirator dan motivator kami, memberikan inovasi-inovasi kepada kami tentang pengembangan desa. Apalagi saat desa memang dituntut untuk menuju desa mandiri,” tutur Nurhalijah di sela peresmian Kantor Desa Jeruju Besar pada Sabtu (15/2/2020).

Nurhalijah menyebut Muda Mahendrawan sebagai bupati yang banyak ide. Salah satunya ide tentang pengelolaan dana desa dengan transaksi nontunai. Ia mengungkapkan, dengan implementasi nontunai di desa, maka pihaknya merasa sangat dimudahkan. Sebab sangat efektif dari segi waktu dan efisien dalam hal biaya.

“Bupati kita ini banyak idenya. Alhamdulillah kami merasa terbantu program Cash Management System. Di mana semua transaksi desa itu tidak lagi menggunakan tunai, tapi dengan perbankan online. Jadi kepala desa sekarang tak lagi ribet bawa uang banyak-banyak. Kalau dulu ke bank bawa pengawal sampai dua orang. Alhamdulillah kemarin sudah dilakukan pemeriksaan inspektorat berjalan lancar,” tuturnya.

Nurhalijah melanjutkan, kegiatan Badan Usaha Milik Desa di Jeruju Besar juga sudah berjalan. Dengan beberapa bidang usaha seperti penyewaan tenda, peternakan sapi, toko material, dan objek wisata Equator Park yang telah dikunjungi ribuan wisatawan sejak dibuka pada dua bulan lalu.

“Kami masih akan menggali potensi lainnya, seperti potensi air yang ada di wilayah kita. Saat ini kami juga adalah salah satu pemasok terbesar untuk desa-desa lainnya, khususnya untuk ayam buras dan ikan. Kami pun saat ini akan segera meluncurkan produk pakan dengan pembiayaan Bumdes. Produk pakan ini telah diteliti pihak provinsi,” paparnya.

Nurhalijah menambahkan, proses pembangunan di desanya melibatkan seluruh unsur masyarakat desa. Ia menyebut partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa cukup tinggi. Dan itu tidak hanya didominasi oleh kaum pria.

“Jadi kalau khusus untuk pengurusan administrasi, itu 70 persen sudah memberdayakan perempuan. Artinya emansipasi perempuan memang berjalan di desa ini,” sebutnya.

Terkait kegiatan pelayanan sosial dasar, Nurhalijah mengaku sering berkonsultasi dengan Bupati Muda Mahendrawan. Menurutnya, bupati sangat responsif dan membantu.

“Kita ingin menjadikan di desa mandiri ini tidak ada lagi pembiaran terhadap masyarakat yang susah, anak-anak putus sekolah, dan orang-orang yang sakit. Insya Allah mudah-mudahan itu dapat kami wujudkan,” harapnya.

Menanggapi pencapaian Desa Jeruju Besar, Bupati Muda Mahendrawan menilai status desa mandiri sebagai sesuatu yang wajar dibanggakan. Namun jangan sampai menggelincirkan.

“Ini status yang boleh dibanggakan Cuma tetap tidak boleh terlena. Harus tetap semangat,” ujarnya seusai meresmikan Kantor Desa Jeruju Besar.

Muda menuturkan, upaya pembangunan daerah wajib dilakukan bersama-sama. Di mana pemerintah kabupaten bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Upaya pemberdayaan, penguatan ekonomi rakyat, dan sosial dasar pelayanan, menurutn dia, harus dikepung bersama-sama.

“Saya menyerang dari atas dan desa menyerang dari bawah. Akhirnya semua program bisa termaksimalkan,” ucapnya.

Muda menilai Kecamatan Sungai Kakap termasuk Desa Jeruju Besar punya potensi. Di antaranya potensi sumber daya alam seperti pertanian, perikanan, peternakan, dan sebagainya. Bahkan Sungai Kakap, menurutnya, lebih kaya daripada Kota Pontianak. Sebab Sungai Kakap memiliki aset berkelanjutan yang tidak akan habis.

“Kita Kubu Raya punya lahan kelapa seluas 100 ribu hektare lebih. Jadi aset yang seperti itu adalah aset yang menjamin keberlanjutan dan keberlangsungan. Itu adalah aset yang justru harus kita rawat bersama-sama. Itu belum termasuk aset sosial seperti budaya dan keberagaman,” jelasnya.

=========================

SUMBER

??PLG_DEBUG_TITLE??

??PLG_DEBUG_SESSION??

**Informasi Profil**

**Memori Digunakan**

??PLG_DEBUG_QUERIES??

**Galat memilah berkas bahasa**

**Berkas Bahasa Termuat**

**String tidak diterjemahkan**