Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili 25.1.2020 08:00

Petani Milenial dan KTNA Siap Sukseskan Program Beras Lokal Kubu Raya

Selasa, 10 Desember 2019

Sungai Raya - Digulirkannya Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial dan program Beras Lokal yang melibatkan kaum milenial dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui gagasan dan terobosan yang dibuat Bupati H. Muda Mahendrawan, S.H, Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pontianak berusaha ingin mencari tahu sejauh mana peran petani milenial dan KTNA dalam mensukseskan program Beras lokal Kubu Raya yang rencananya akan digulirkan pada Februari 2020 mendatang.

Dengan rasa keingin tahuan itu, melalui program Kiprah Desa rombongan LPP RRI Pontianak menjadikan Dusun Cendrawasih Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap sebagai tempat dilakukannya kegiatan siaran luar studio melalui dialog terbuka dengan menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya gandhi Satya Graha, M.T, sejumlah petani milenial, KTNA Kubu Raya, dan beberapa Penyuluh pertanian. Acara Kiprah Desa ini juga akan kembali disiarkan pada hari Rabu (11/12/2019) malam pukul 20.00 wiba di Pro 1 stasiun RRI yang di seluruh Indonesia.

Melalui program Kiprah Desa RRI, Petani Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap Rasikin mengatakan, melalui kebijakan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H yang ingin mengembalikan kejayaan Program Beras Lokal, saat ini para petani di Desa ini sangat semangat untuk kembali menggarap lahan padi mereka, semoga program Beras Lokal ini dapat menunjang program swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

“Alhamdulillah, setelah pak Muda Mahendrawan kembali terpilih kembali menjadi Bupati Kubu Raya, program beras lokal ini kembali digalakan oleh beliau, bahkan dalam menunjang program ini juga pak Bupati tidak hanya melibatkan petani yang usianya berkisar antara 40 sampai 45 tahun saja, namun bapak Bupati ini juga mampu melibatkan dan mengajak kaum milenial sebagai penggerak dalam penanaman padi ini melalui Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang sudah dilakukan di 2 Kecamatan pada bulan November lalu,” ungkap patani Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap, Rasikin saat mengikuti dialog luar studio RRI Pontianak melalui program Kiprah Desa dengan Tema Peran Patani Milenial dan KTNA dalam mensukseskan Program Beras Lokal Kubu Raya di kediaman Ketua KTNA Kubu Raya Sukadi di Dusun Cendrawasih Desa Parit Keladi, Senin (9/12/2019).

Satu diantara Petani milenial Zainuri mengatakan, sejak adanya Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini, petani dan pemuda di daerah kompak, bahu membahu dengan satu keinginan untuk memajukan dan memaksimalkan areal pertanian di Kabupaten Kubu Raya ini. 

“Alhamdulillah, dengan kembalinya bapak Muda Mahendrawan sebagai Bupati Kubu Raya, program pertanian di daerah ini kembali hidup, yang mana melalui gagasan bapak Bupati, beliau telah mencangkan berbagai program pertanian, dua diantaranya dengan Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial dan program beras lokal, tentunya hal ini menjadi penyemangat sendiri bagi saya bersama teman-teman lainnya untuk ikut serta untuk turun langsung ke sawah memanfaatkan lahan yang sejak 5 tahun lalu tertidur lama. Selain padi, lahan tidur ini juga ditanami berbagai tanaman lainnya seperti jagung dan holtikultura,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Ganhi Satya Graha mengatakan, langkah awal yang dilakukan pihaknya dengan mempersiapkan daerah-daerah sentra pangan yang sudah di indentifikasi menjadi daerah penyumbang terbesar untuk produksi padi di daerah ini. Tentu pihaknya juga mempesiapkan kegiatan-kegiatan yang menunjang lainnya, termasuk kesiapan pendampingan Petugas Pertanian Lapangan (PPL) nya dan kesiapan saprodinya. Sedangkan untuk petani, pihaknya terus mendorong untuk taman di daerah-daerah sentra produksi yang sudah melakukan tanam setahun dua kali.

“Saat ini kami terus memaksimalkan potensi lahan pertanian yang ada, untuk mensukseskan swasembada pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat melalui program beras lokal Kubu Raya. Melalui kebijakan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H yang ingin mengembalikan kejayaan Program beras lokal yang sempat mati suri selama 5 tahun, saat ini Kabupaten ke 12 di Kalbar itu juga berusaha mengoptimalkan kembali luasan lahan pertanian di 9 Kecamatan untuk dilakukan penanaman padi dengan melibatkan kaum milenial dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai penggeraknya,” jelasnya.

Gandhi menuturkan, Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial disambut baik bagi kaum milenial di daerah itu, kondisi ini terbukti dengan hadirnya ribuan generasi muda dari berbagai jenjang pendidikan turut andil dalam Gerakan Wisata Tanam Padi Milineal yang sudah dilakukan di 2 Kecamatan. Yang mana pada peluncuran perdana Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang dilakukan di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (03/11/2019) sebanyak 3.200 kaum milenial terlibat langsung dan tidak segan turun ke sawah yang penuh dengan air untuk melakukan penanaman padi serentak di lahan pertanian seluas 3.000 hektar. Selanjutnya pada kegiatan serupa di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang, Sabtu (09/11/2019) sebanyak 1.400 pemuda di Kecamatan itu juga turun langsung ke sawah untuk melakukan penanaman padi di lahan seluas 1.300 hektar.

“Kita akan menangani beras ini dengan baik dan benar dengan mengutamakan kualitas beras yang akan menjadi pangsa pasar kita, sehingga penerimaan masyarakat petani akan luar biasa, karena selama 5 tahun menghilang di pasaran, tentunya akan menjadi keriduan dari masyarakat Kalbar untuk kembali menikmati kualitas beras lokal Kubu Raya ini. Dengan melihat pangsa pasar yang sangat menyambut baik kehadiran beras lokal, tidak menuntut kemungkinan kedepannya beras lokal ini akan kita jual di luar Kalbar. Tentunya, selogan bapak Bupati “Dari Kubu Raya Untuk Indonesia” dengan sendirinya akan tercapai dengan baik, karena beras Kubu Raya akan bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Amiin Yaa Rabbal Aalamiin,” harapnya.

Di tempat yang sama, Ketua KTNA Kabupaten Kubu Raya Sukadi menceritakan, pertanian di Desa Parit Keladi sudah berlangsung sejak tahun 1960 an. Yang mana dulunya petani kalau ingin menanam, harus menebas dan dicangkul dulu lahan pertanian mereka karena masih penuh dengan semak belukar dan dilakukan hanya 1 kali dalam setahun dan saat ini sudah bisa dilakukan penanaman 2 kali dalam setahun. Bahkan di Dusun Cendrawasih Desa Parit Keladi ini sebagai Desa percontohan pertanian di Kalbar, bahkan setiap ada Menteri Pertanian yang datang di Kalbar, tempat yang dikunjungi selalu di Desa Parit Keladi ini dan waktu peresmian listrik pertama kali, Menterinya langsung datang di Desa ini.

“Memang tempat lumbung padinya Kalbar pada tahun itu letaknya di Dusun Cendrawasih Desa Parit Keladi ini. Jadi Alhamdulillah, petani yang dulunya hanya menanam pada musim rendengan saja, namun saat ini bisa menanam 2 kali sampai musim gaduh. Makanya di sini dulunya sebagai lumbungnya padi dan mewakili se-Kalimantan Barat,” ucapnya.

Sukadi berterima kasih kepada gagasan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H, yang kembali meluncurkan program beras lokal. Karena program ini sempat terhenti selama 5 tahun, karena pada saat bapak Muda Mahendrawan menjabat sebagai Bupati Kubu Raya pertama pada tahun 2009 sampai 2014, bapak Bupati ini juga pernah memprogramkan beras lokal.

“Melalui kebijakan bapak Bupati Muda Mahendrawan ini, KTNA dipercaya untuk mengelolah program Beras lokal Kubu Raya ini. Memang selama 5 tahun terakhir ini petani-petani sudah mulai kesulitan untuk menjual padi mereka, tapi Insya Allah dengan adanya program Beras lokal ini, tentunya petani merasa terbantu, terutama perekonomian petani itu sendiri. Memang sesuai dengan instruksi bapak Buapti, KTNA ini harus mendukung dan sebagai penggerak untuk mensukseskan program beras lokal ini. Tentunya saya harus mendukung 100 persen dan memberikan 2 jempol untuk program yang luar biasa dari bapak Bupati Muda Mahendrawan,” paparnya.

Hal senada juga di sampaikan Sekretaris Jendral (Sekjen) KTNA Kubu Raya M. Nurdiansyah. Dirinya menyampaikan, awalnya penggagas dari Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini dari Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan. Melalui program ini, Bupati mengajak KTNA Kubu Raya untuk melibatkan petani milenial dalam berperan demi masa depan petani ke depannya. Jadi menurut Bupati Muda, Desa bukanlah masa lalu, tapi Desa merupakan bagian dari masa depan. Berarti program Bupati ini, untuk mempersiapkan generasi-generasi milenial menjadi petani-petani handal kedepannya.

“Dengan gagasan bapak Bupati ini, tentunya beliau menginginkan agar petani-petani milenial ini bersemangat untuk bercocok tanam, apalagi program beras lokal dari sejak awal bapak Muda menjabat sebagai Bupati Kubu Raya pertama, memang sudah mengakar di kalangan masyarakat petani. Bahkan melalui pasar sistemik, maka hasil padi dari petani ini dibeli oleh semua Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan hal ini juga untuk menjaga stabilitas harga bagi petani di daerah ini,” tuturnya.

=========================

SUMBER