Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili 25.1.2020 08:00

Majelis Taklim Kubu Raya Kejar Visi Religius Tiap Rumah Tangga di Semua Desa

Senin, 9 Desember 2019

Sungai Raya - Penjabaran Visi Relegius Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) bukan hanya di terapkan di kalangan Pemerintah Daerah dan sekolah-sekolah saja, namun program besutan Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H dan Wakil Bupati Sujiwo, S.E ini juga menyasar dikalangan ibu-ibu.

Terbukti, selain program Dzikir dan Shalawat yang dilakukan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Ulama dan Habaib, program Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) yang mayoritas kaum perempuan ini juga turut andil untuk mewujudkan Visi Kubu Raya Relegius dengan sejumlah program yang dilakukan.

Penasehat BKMT Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan mengatakan, untuk mewujudkan Visi Kubu Raya Relegius, BKMT Kubu Raya telah melakukan 3 program unggulan selama tahun 2019 ini diantaranya, melakukan Safari PKK BKMT dengan mengunjungi 15 Desa yang tersebar di 9 Kecamatan. Selain itu, BKMT Kubu Raya juga melakukan Kajian Qur'an Muslimah yang digelar setiap hari Kamis Minggu pertama setiap bulannya ddan yang ke 3 melakukan silaturrahmi dengan masyarakat yang rumahnya dekat dengan kediamannya dan diundang agar bisa hadir bersama-sama.

“Melalui silaturrahmi ini, kita juga melakukan kajian-kajian,  dan ceramah agama yang disampaikan Kepala Bagian Kesejehteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya Ustadz Nasution Usman. Untuk hari ini yang merupakan akhir dari rangkaian kegiatan BKMT selama tahun 2019 ini, kami mengundang lebih dari 500 anggota BKMT yang tersebar di sejumlah Desa dan Kecamatan untuk bisa hadir di rumah kami sekalian menguatkan program BKMT untuk tahun 2020 mendatang,” ungkap Penasehat BKMT Kabupaten Kubu Raya Hj. Rosalina Muda Mahendrawan usai menggelar ssilaturrahmi anggota BKMT di kediamannya Jalan Tanjungsari nomor 169 Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Sabtu (7/12/2019).

Ketua Dekranasda Kabupaten Kubu Raya ini menjelaskan, melalui wadah BKMT ini, pihaknya juga melakukan pemberdayaan perempuan dengan menghimbau kaum ibu-ibu yang memiliki kemampuan dalam menggeluti dan menghasilkan kerajinan tangan yang memiliki nilai jual, maka pihaknya membantu pengemasannya, Produk Industri Rumah Tangga (PIRT) dan lebel halalnya dan bekerjasama dengan instasi terkait.

“Setelah semuanya sudah didapatkan, maka produk mereka ini kami pajang di Galeri Dekranasda dan Galeri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kubu Raya yang berada tepat di pintu masuk Kantor Bupati Kubu Raya. Selain bekerjasama dengan Dinas dan setiap tamu yang datang berkunjung ke Kubu Raya biasanya mereka kan ingin membeli oleh-oleh. Nah jadi kita meminta agar mereka membeli oleh-oleh di Galeri tersebut, karena semua itu merupakan hasil produk masyarakat Kubu Raya,” jelasnya.

Selain produk UMKM, Ketua TP. PKK Kubu Raya ini menghimbau kepada kaum ibu untuk terus menggalakan kerajinan anyam-anyaman. Dengan menggunakan daun nipah dan daun pandan yang bisa menghasilkan keranjang-keranjang dan besek-besek (kotak dari anyaman daun pandan).

“Jadi setiap kami turun ke desa dan tempat, kami selalu menghimbau kepada kaum ibu-ibu yang memiliki kemampuan anyam-anyaman itu untuk membuat besek-besek dan besek itu akan kami jual. Jadi kami juga menghimbau kepada Kepala Desa dan Camat disetiap ada acara dan kegiatan untuk tidak lagi menggunakan barang-barang seperti styrofoam, plastik atau kotak. Tapi belilah besek-besek yang dibuat ibu-ibu ini. Sehingga pada tahun 2020, setiap Desa ibu-ibu ini bisa menghasilkan besek-besek yang nantinya akan dipakai jika ada kegiatan di desa mereka,” harapnya.

Bunda PAUD Kubu Raya ini juga menyampaikan, dalam kegiatan silaturrahmi ini pihanya menyampaikan berbagai program yang berkaitan dengan PAUD, perlindungan terhadap perempuan dan anak serta pola asuh anak.

“Langkah ini dilakukan, karena saya yakin dan percaya kalau pengurus BKMT ini hadir di setiap desa dan pelosok di Kubu Raya,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan dalam mendukung program pemberdayaan perempuan, Pemerintah Daerah melalui program Bantuan Oprasioanal Sekolah Daerah (Bosda) berupa seragam sekolah gratis ini melibatkan 10 Koperasi Konveksi sebagai penjahit seragam sekolah.

“Dari sejak dulu saya selalu menyampaikan, apa yang harus menjadi perhatian Pemerintah itu adalah rumah tangga-rumah tangga. Makanya dengan keterlibatan kaum perempuan baik itu remaja puteri dan ibu-ibu dalam mengelolah Konveksi ini, setidaknya Pemerintah daerah memberikan peluang kepada rumah tangga-rumah tangga untuk menambah hasil perekonomian mereka,” ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H.

Bupati Muda menjelaskan, mengapa Bosda ini kita libatkan Konveksi sebagai penggeraknya, karena pihaknya menginginkan uang yang ada di Kubu Raya ini tidak lari kemana-mana namun tetap bisa kembali ke daerah ini, sehingga program ini juga memberi kesempatan dan peluang bagi ibu-ibu untuk lebih mengolah keahlihannya dalam hal menjahit pakaian.

“Insya Allah dengan program Bosda ini setidaknya kita telah mengamankan uang yang ada di Kubu Raya ini tidak lari keluar daerah. Meski saat ini baru 10 Konveksi namun sudah bisa memberikan manfaat kepada kaum ibu-ibu. Kita harapkan pada tahun berikutnya Konveksi di Kubu Raya ini bisa bertambah disetiap Desa dan Kecamatan. Karena kita tidak inginkan kalau uang yang dihasilkan dari para petani dan nelayan di daerah ini harus keluar daerah hanya untuk menjahit dan beli seragam sekolah. Namun dengan adanya Konveksi yang ada di Desa dan Kecamatan ini, setidaknya kita telah menyelamatkan setengah dari uang di daerah ini untuk pemberdayaan perempuan,”  jelas Bupati Muda.
Kegiatan yang berlangsung ba'da shalat Dhuhur ini juga di hadiri Kepala Desa Parit Baru Musa Abdul Hamid dan sejumlah Pimpinan Pondok Pesantren yang tersebar di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kubu Raya.

=========================

SUMBER