Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 9 Hari

Dinas Kesehatan Kubu Raya Optimalkan Program Salju dan Si Muda

Jum’at, 22 November 2019

Sungai Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) sangat konsen dalam percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi dan Balita (AKB) dengan berbagai terobosan dan program yang saat ini sedang dilakukan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Wan Iwansyah mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah memiliki Desa untuk program menurunkan AKI dan AKB ini yang dilanuching pertengahan tahun 2019 lalu. Meski saat ini AKI dan AKB belum diketahui persentasi penurunan AKI dan AKB, karena inovasi yang dilakukan tahun ini akan nampak hasilnya pada tahun 2020 mendatang.

“Untuk mensukseskan percepatan penurunan AKI dan AKB ini, kita ingin membangkitkan partisipasi semua pihak dalam penguatan program yang akan dilakukan. Penguatan yang saya maksudkan disini yang pertama adalah mengoptimalkan program Selasa Jum’at (Salju) dengan tujuan untuk mengejar percepatan dan jangan sampai kalah cepat dengan permasalahan. Kemudian kita membuat sebuah sistem informasi ibu hamil dan ibu melahirkan yang kita singkat (Si-Muda). Sistem ini bertujuan untuk memberikan informasi cepat terhadap ibu hamil yang ada di desa manapun yang berada di Kabupaten Kubu Raya harus terdata, terkait berapa umur kehamilannya, faktor resikonya, lokasinya dimana dan kapan waktu melahirkan semua itu kita sudah memiliki data basenya dan saat ini sistemnya terus kita kembangkan,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya Wan Iwansyah di ruang kerjanya, Kamis (21/11/2019).

Iwan menuturkan, sampai saat ini tenaga kesehatan yang ada di setiap Desa terus diberdayakkan untuk membuat laporan secara berjenjang, sehingga setiap bidan di desa secepatnya melaporkan kasusnya ke Puskesmas, kemudian Puskesmas mengisi data base keseluruhan desa yang ada di wilayahnya selanjutnay data tersebut dikirimkan ke Dinas Kesehatan, sehingga menjadi data base Kabupaten, sehingga pihaknya bisa mengetahui kapan lahirnya.

Iwan menjelaska, selama tahun 2019 ini kasus AKI dan AKB ini sudah terjadi sejak awal tahun lalu sudah ada 10 kasus dan sampai saat ini sudah terdapat 14 kasus. Iwan mengharapkan dengan inovasi yang saat sedang dijalankan tidak akan bertambah lagi kasus yang sama. Adanya kasus AKI dan AKB ini terjadi karena 2 faktor, yang pertama faktor medis yang di dominasi karena resiko dan panyakit yang menyertai ibu hamil itu sendiri dan yang kedua faktor sosial karena keterlambatan dalam mendapatkan pertolongan dan faktor sosial budaya yang tidak mau diperiksa oleh tenaga kesehatan.

“Langkah kongrit yang sudah kita lakukan saat ini dengan mengoptimalkan program Salju dan Si Muda, selain itu kita juga meningkatkan tata laksana rujukan kasus jangan sampai ada yang terlambat dan jangan sampai tidak ketahui faktor resikonya. Justru kematian itu terjadi karena faktor ini,” jelasnya.

=========================

SUMBER