Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 9 Hari

Atzebi Ajak Tegakkan Perlindungan Anak

Rabu, 13 November 2019

Sungai Raya - Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya Atzebi Yatu Lensi Sujiwo membuka Pelatihan Dasar Sponsorship untuk Program Perlindungan dan Partisipasi Anak untuk Kader Peduli Kesejahteraan Anak (KPKA) Sungai Ambawang di Hotel Santika Pontianak, Selasa (12/11/2019).

Pelatihan digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) Kantor Operasional Kabupaten Kubu Raya. Atzebi mengatakan, memberikan dan menegakkan perlindungan anak merupakan tugas bersama, Untuk itu TP PKK Kabupaten Kubu Raya yang merupakan mitra pemerintah sangat mengapresiasi WVI yang telah menggelar pelatihan program perlindungan anak.

“Anak mempunyai peran yang penting dalam proses pembangunan. Anak adalah tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Ia mengatakan, anak memiliki hak-hak dasar yang meliputi hak kelangsungan hidup, hak tumbuh berkembang, hak atas perlindungan, dan hak berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Namun kenyataannya saat ini hak-hak anak di Indonesia belum terpenuhi dengan baik.

“Masih terjadi berbagai kekerasan terhadap anak, baik pengabaian, kekerasan fisik, kekerasan emosional atau psikologis, maupun pelecehen seksual,” tuturnya.

Atzebi mengungkapkan, melalui data sistem informasi dalam jaringan (online) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalimantan Barat, tercatat tingkat kekerasan terhadap anak cenderung meningkat. Contohnya pada 2016 terdapat 69 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tahun 2017 meningkat menjadi 287 kasus, dan tahun 2018 meningkat lagi menjadi 330 kasus.

“Bahkan di tahun. 2019 totalnya mencapai 700-an kasus,” sebutnya.

Menurut Atzebi, dalam kehidupan sehari-hari orang tua kerap tidak menyadari telah mencederai hak-hak anak. Bahkan terhadap anak sendiri. Misalnya, penelantaran terhadap anak.

“Seperti, terkadang kita lalai dan gagal untuk menyediakan kebutuhan memadai untuk berbagai keperluan,” jelasnya.

Selain penelantaran, lanjutnya, saat ini juga masih marak terjadinya kekerasan fisik dan kekerasan emosional terhadap anak. Kekerasan tersebut, ujarnya, menjadi badai bagi kehidupan anak.

“Hal sederhana seperti ejekan, kritik, dan tuntutan yang berlebihan dari kita sebagai orang tua terhadap kita, mengharuskan mereka mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Padahal mereka belum mampu,” ucapnya.

Ia menambahkan, kasus pelecehan seksual terhadap anak juga harus memperoleh perhatian khusus. Berbagai persoalan tersebut jika dibiarkan terus menerus, akan menghancurkan masa depan bangsa.

“Bagaimana bangsa Indonesia tetap dapat berdiri kokoh dan sejahtera, apabila anak-anak Indonesia dibiarkan dalam berbagai permasalahan yang dapat menghancurkannya,” tegasnya.

Melindungi hak anak Indonesia dan menjaga masa depan bangsa, perlu dilakukan berbagai kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya. Sehingga dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Kami berharap masyarakat dapat ikut serta menegakkan perlindungan anak, khususnya di Kubu Raya dan Indonesia umumnya. Karena tegaknya perlindungan anak memerlukan kerja sama dan keseriusan dari orang tua, masyarakat dan juga pemerintah,” katanya.

=========================

SUMBER