Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 9 Hari

Muda : Esensi Bahagia Adalah Bagaimana Kita Mampu Bahagiakan Orang Banyak

Senin, 11 November 2019

Sungai Raya - Di tengah kesibukannya yang padat sebagai Kepala Daerah, Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H memenuhi undangan masyarakat untuk menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 Hijriah di Masjid Babul Maghfirah Sungai Adong Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya, Minggu (10/11/2019) Malam.

Kegiatan yang dihadiri ratusan ummat muslim ini diawali dengan bershalawat kepada Nabi Besar Muhammad Saw, tausyiah yang disampaikan dua da’i cilik dari Desa Kuala Dua yang di lanjutkan dengan penyampaian tausyiah oleh Ustadz Nasution Usman.

Dalam Tausyiahnya, Ustadz Nasution Usman menyampaikan pentingnya mentauladani apa yang ada pada diri Rasulullah Saw. Selain itu Ustad Nasution juga mengajak semua jema’ah unuk selalu bersyukur dengan apa yang Allah berikan, karena dengan rasa syukur, maka Allah SWT akan menambah kenikmatan kepada Hambanya.

“Kenapa kita harus bersyukur dengan apa yang Allah SWT berikan kepada kita, karena Allah SWT itu sangat baik kepada hambanya dan Allah SWT telah banyak memberikan kita kenikmatan, baik itu nikmat kesehatan maupun nikmat rezki. Untuk itu mari kita semua untuk selalu menjalankan apa yang menjadi perintah Allah SWT dan menjauhi apa yang telah dilarangnya,” pesan Ustadz Nasution Usman saat menyampaikan tausyiahnya pada perayaan Maulid Nabi Muhammad, Saw di Masjid Babul Maghfirah Sungai Adong Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya.

Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw 1441 Hijriah ini, Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Kubu Raya ini mengajak semua jema’ah untuk menjauhi sifat berburuk sangka dan menggunjing atau membuka aib sesama. Ustadz Nasution juga menirukan salah satu lirik lagu sang Raja Dangdut Rhoma Irama yang berjudul Ghibah. “Mengapa kau suka membukakan Aib sesama, kesana-kemari kau ceritakan keburukannya. Janganlah kau sibuk mencari kelemahan orang, periksa dirimu masih adakah kekurangan. Semut yang di seberang lautan Jelas Kellihatan, tapi Gajah dipelupuk Mata, tiada kelihatan. Ah keterlaluan. Siapa yang suka membuka aib temannya, berarti dirinya lebih hina dan tercela. Siapa yang suka menggunjingkan sesasamanya, berarti dia suka makan bangkai saudaranya. Jangan anda berbuat ghibah.

“Dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujrat ayat 12, Allah SWT berfirman yang artinya, Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan jangan di antara kalian menggunjing sebagian yang lain. Apakah di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? tentu kalian akan merasa jijik. Bertakwalah kalian pada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12). Maka dari itu mari kita jauhi perbuatan ghibah ini, rugi sebenarnya kalua kita melakukan ini,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, tentulah semua jema’ah yang hadir di majelis ini semuanya merasakan bahagia, bisa berkumpul bersama, saling menghagai dan mencintai atar sesama serta bershalawat kepada Nabi bersama-sama sebagi wujud kecintaan kepada Rasulullah Saw.

“Konsep Bahagi itu sebenarnya hanya ingin membahagiakan diri sendiri, tapi mampu untuk membahagiakan orang banyak. Mengapa saya bikin Visi Kubu Raya itu bahagia yang pertama.? Karena saya ingin, siapapun dia, baik dia pejabat, politisi, petani, nelayan, pedagang, Pegawai Negeir, buruh, pelajar, Kepala Desa, RT dan semuanya dan hakikat bahagia itu sebenarnya bagaimana kita bisa merasa kalau kita bisa berbuat membahagiakan orang lain,” jelas Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H.

Bupati menuturkan, kalau seseorang hanya ingin membahagian untuk dirinya sendiri maka dia tidak akan pernah merasakan hakikatnya kebahagiaan dan semua itu hanya kamuflase. Kayalah dia dan semua anaknya bisa terlayani dengan baik dan mau apapun dia bisa, tapi banyak orang yang seperti ini yang ujungnya hanya merasakan kehampaan belaka.

“Apa yang terjadi jika kehampaan sudah terjadi pada seseorang? Karena dia tidak akan pernah merasa kebahagiaan kalau hanya ingin membahagiakan diri sendiri. Untuk itu kita bersyukurlah dengan apapun yang kita punya saat ini, paling tidak kita semua punya hati untuk bersama-sama membahagiakan orang banyak. Mencari kebahagiaan itu, kita juga harus dengan langkah-langkah nyata dan keyakinan tinggi bahwa kita mampu untuk membahagiakan orang banyak, tentu yang pertama adalah orang tua, keluarga dan sekitar kita. Insya Allah, akan barokah hidup kita, dan jalan kita akan mudah terbuka apabila kita selalu ingat hati untuk membahagiakan orang banyak,” katanya.

=========================

SUMBER