Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 9 Hari

Bupati Muda : Pemimpin Harus Memikirkan Kondisi Rakyat di Masa Depan

Senin, 11 November 2019

Sungai Raya - Usai upacara peringatan Hari Pahlawan 10 November tahun 2019 yang digelar Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) di halaman Kantor Bupati berlangsung penuh khidmat. Usai menggelar upacara, Bupati H. Muda Mahendrawan, S.H beserta Aparatur Sipil Negera (ASN), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para Veteran langsung menggelar Ramah Tamah di Aula Kantor Bupati, Minggu (10/11/2019).

Kegiatan ramah tamah ini diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Kubu Raya dan pemberian tali asih untuk para veteran.

Bupati Kubu Raya Muda Mehendrawan mengatakan, dengan digelar ramah tamah ini, tentu semuanya mempunyai amanah, baik TNI/Polri dan semua unsur elemen vertikal, apalagi bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang baru berjalan 12 tahun, tentulah berproses dan tanggung jawabnya sesuai dengan apa yang telah diterima. Karena Kubu Raya dibentuk tentulah ada amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dan tidak hanya sekedar formalitas, tidak sekedar untuk berebut untuk mendapatkan jabatan-jabatan baik birokrasi mapun politik dan tidak hanya sekedar mendapatkan kewenangan dan kekuasaan.

“Makanya saya waktu masih sebagai Bupati pertama Kubu Raya dulu selalu menggaungkan kepada semua pihak, terutama juga para generasi muda pelajar dan mahasiswa dan semua anak-anak kita dan semua kalangan, baik pendidik dan semua elemen desa sampai tingkat RT paling bawah, bahwa semua itu menjalankan praktek bernegara. Tidak hanya yang dilihat dalam praktek bernegara itu hanyalah karena simbl-simbol birokrasi, politik dan juga dengan simbol-simbol lainnya dan semua itu kita galakkan dan kami yakinkan itu kepada semua elemen agar faham bahwa kita harus berfikir besar,” ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H saat menyampaikan sambutannya dalam kegiatan ramah tamah memperingati Hari Pahlawan 10 November ke-74 tahun 2019 di aula kantor Bupati, Minggu (10/11/2019).

Bupati Muda menuturkan, dalam menjalankan praktek bernegara ini berarti mereka mampu harus berfikir dan tidak hanya berfikir pada saat mereka punya kewenangan. Pada saat mereka jadi Kapala Desa, Kepala Sekolah bahkan jadi Ketua RT sekalipun justru harus mampu bagaimana berfikir setelah kita tak lagi memimpin. 

“Pemahaman dan persepsi yang selalu kita tanamkan bahwa, semua kita menjalankan pratek bernegara. Artinya praktek di mana kita harus berfikir ke-negaraan, ke-Indonesiaan. Makanya dari Kubu Raya untuk Indonesia sebagai slogan, sebagai tagline, sebagai unggkapan dan itu semua bukan sekedar kata-kata atau cuma sekedar gagah-gagahan dan yel-yel, tapi itu semua hanya untuk menancapkan kepada semua elemen termasuk juga anak-anak muda diberbagai kampung bahwa dari Kubu Raya untuk Indonesia supaya ada spirit bahwasanya ke-Indonesiaan itu harus ditanamkan, agar anak-anak kita punya motivasi, keyakinan dan optimisme serta punya mimpi besar bahwasanya meski mereka dari kampung-kampung harus mampu berkontribusi dan tidak menjadi beban bagi keluarga, masyarakat dan tentu bagi republik ini,” jelas Bupati.

Orang nomor satu di Kubu Raya ini menjelaskan, slogan dari Kubu Raya Untuk Indonesi itu untuk memotivasi semua pihak termasuk juga dibirokasi, lembaga politik dan semua elemen bahwa Kubu Raya itu ada sebagai Kabupaten yang baru dimekarkan pada tahun 2007 lalu, tentunya mempunyai tekad yang sama. Bahwasanya Kubu Raya ini ada, tidak hanya menjadi beban bagi republik ini, tapi mampu berkontribusi dengan gagasan, fikiran, perbuatan, tindakan, kebijakan inovasi dan kebijakan yang mampu berbuat untuk bisa menghasilkan hal yang berkontribusi.

“Bukan justru sebaliknya lebih banyak pembiaran-pembiaran yang akhirnya menimbulkan banyak pengangguran, kemiskinan dan lainnya yang justru akan bertolak belakang dengan arah ke depan yang akan dihadapi bangsa ini, yakni bonus demografi yang harus mempersipkan generasi ber-Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan produktif agar tidak menjadi beban bagi republik ini nantinya. Sehingga dibutuhkan gagasan dan aksi-aksi nyata sebagai solusinya dan inilah sebenarnya jiwa kepahlawanan yang dimaksud dalam konteks kekinian itu,” jelas Bupati Muda.

=========================

SUMBER