Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 9 Hari

Gerakan Wisata Tanam Padi Milenia Jadi Tren Magnet Positif Kembalikan Peradaban Unggul

Minggu, 10 November 2019

Sungai Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Dinas Pertanian setempat terus konsisten melibatkan kaum milenial sebagai pionir dalam menggerakan program pertanaian di daerah ini. Setelah mampu melibatkan kurang lebih 3.000 pemuda dari berbagai jenjang pendidikan yang terdiri dari SD, SMP, SMA dan mahasiswa yang tersebar disejumlah Sekolah dan Universitas di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak pada Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang berlangsung di Desa Paret Keladi Kecamatan Sungai Kakap Minggu (03/11/2019), dan pada hari ini Sabtu, (09/11/2019) Pemerintah Kubu Raya kembali menggelar kegiatan serupa yang kedua kalinya di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang dengan melibatkan lebih dari 1.000 kaum muda.

Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang kedua ini tidak kalah meriahnya dengan kegiatan serupa sebelumnya, karena semangat dan antusias pemuda di Kecamatan Terentang ini juga cukup tinggi, anak-anak siswa dan mahasiswa tidak canggung untuk terjun langsung ke sawah yang digenangi air untuk melakukan penanaman padi serentak.

Sebelum menggelar Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial, Bupati Kubu Raya yang di dampingi Istri Rosalina Muda meresmikan Masjid Nurul Huda Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 wiba ini juga diikuti Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dr. Nursyam Ibrahim, M.Kes, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Supriaji. Kepala Dinas Pertanaian Gandhi Satya Graha berserta puluhan jajarannya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kubu Raya Adriansyah berserta puluhan personilnya, Kepala Dinas Perhubungan Odang Prasetyo beserta puluhan jajaran, jajaran Dinas Kesehatan, Camat Terentang Suharto beserta puluhan stafnya dan perangkat Desa Teluk Empening.
Terdapat sedikit perbedaan dalam Proses Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Kecamatan Terentang dengan proses Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Paret Keladi Kecamatan Sungai Kakap pada hari Minggu (03/11/2019), meski sama-sama diawali dengan ngopi di sawah yang dilanjutkan dengan senam massal Tari Harmoni dan Joged Pesona Kubu Raya di atas persawahan yang terbentang seluas 1.300 hektar, namun usai menggelar tanam padi secara bersama-sama dilanjutkan dengan melakukan penebaran benih ikan nila dan ikan lele sebanyak 35.000 ekor di kolam sepanjang 270 meter dengan kedalaman 4 meter dan lebar 4 meter yang berlokasi berdampingan dengan sawah penanaman padi serentak.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk menjadikan isu pertanian dan ketahanan pangan menjadi bagian yang sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalbar khususnya.
“Kenapa kegiatan ini memakai kata gerakan, karena pola kegiatan ini akan menjadi gerakan massive dan menjadi tren baru bagi Indonesia agar program ini menjadi penggerak bagi masyarakat dalam membangkitkan peradaban pangan yang sangat penting dan berharga sekaligus cara kita untuk mengembalikan kejayaan beras lokal Kubu Raya yang hilang dari pasaran selama 5 tahun terakhir ini,” ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan,  S.H saat memimpin Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang, Sabtu (09/11/2019).

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini merupakan bagian dari cara bagi Pemerintah Daerah untuk memperkuat pangan yang cukup besar di daerah ini dengan melibatkan anak-anak milenial seperti anak-anak TK, PAUD, SD, SMP, SMA bersama ibu-ibu rumah tangga dan Yayasan Swadaya Dian Khatulistiwa (YSDK) Kalbar, Kapal Pemuda Indonesia, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kalbar, jajaran Dinas Pertanian Prov Kalbar dan Komunitas Drone.

“Alhamdulillah, di kepemimpinan saya bersama pak Wakil Bupati Sujiwo yang baru berjalan 9 bulan ini juga mengingatkan kita bahwasanya dalam kita memperjuangkan umat ini juga adalah bagaimana upaya-upaya kita dalam menggerakkan anak-anak muda agar kedepan kita berupaya memaksimalkan potensi yang ada di kampung kita,” tuturnya.

Bupati pertama Kubu Raya priode 2009-2014 ini menuturkan, momentum ini sangat penting bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat diharapkan semangat pemuda dan generasi di daerah ini mampu menjadi bagian dalam mewujudkan dan mengembalikan program beras lokal Kubu Raya untuk mendukung kemandirian pangan di Provinsi dan Indonesia.
“Untuk itu kepada semua birokrasi, masyarakat, pelajar, mahasiswa para pemuda kaum milenial mudah-mudahan event yang luar biasa bagi Kubu Raya dan Kalimantan Barat ini mampu memanfaatkan lahan produktif sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat membahagiakan orang banyak,” paparnya.

Pria yang mendapat julukan Bupati Beras oleh warganya karena keberhasilannya dalam menjalankan program beras lokal Kubu Raya ini menegaskan, bahwasanya kampung itu bukanlah masa lalu, justru sekarang kampung itu merupakan masa depan karena semuanya berasal dari kampung mulai dari peradaban, adat istiadat, budaya dan tata keramah.

“Semua peradaban yang ada saat ini, semuanya dimulai dari kampung. Bagian peradaban sungai, peradaban bercocok tanam dan itu semua dimulai dari kampung yang memiliki nilai yaitu nilai bergotong royong, nilai kepedulian, nilai keikhlasan, nilai edukasi, nilai intergritas, nilai kejujuran nilai dedikasih kita. Dedikasih kepada siapa? Tentu dedikasih kita kepada sesama manusia, kepada alam semesta dan kepada Allah SWT karena ini salah satu ruang ibadah kita untuk memperkuat pangan dan sekaligus memberdayakan generasi kita,” tegas Bupati.

Bupati Muda menjelaskan, peradaban unggul itu yakni peradaban cocok tanam padi, kerena disitu ada nilai-nilai kebersamaan, gotong royong saling peduli nilai kejujuran, dedikasi dan nilai daya juang yg dibutuhkan bagi generasi Muda milenia saat ini.

“Hal ini sangat penting, agar kaum Muda milenia saat ini tidak lepas dari akar jati diri bangsa agar jadi pemuda yang berkarakter dan berprinsip positif dalam imajinasi dan gerak tindakannya serta mampu berpikir besar bagi orang banyak,” jelas Bupati Muda.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satya Graha mengatakan, luasan lahan Pertanian yang digunakan pada Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Teluk Empening Kecamatan Terentang ini seluas lebih dari 1.300 hektar.

“Dari 1.300 hektar lahan yang ditanam ini yang tersebar di 3 dusun diantaranya Dusun Tanjung Harapan, Dusun Sampang dan Dusun Kelola Jaya dengan melibatkan 3 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Teluk Empening. Selain Pemuda, kegiatan ini juga melibatkan Organisasi Kepemudaan, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dari Kabupaten, KTNA Kecamatan Terentang, Teluk Pakedai, dan KTNA Kecamatan Sungai Raya serta penyuluh pertanian,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satya Graha.
Gandhi menuturkan, dalam menunjang pembangunan pangan terutama sektor pertanian di Kecamatan Terentang, Desa Teluk Empening sangat besar kontribusinya dalam penyediaan pangan di Kecamatan Terentang, selain itu Desa Teluk Empening ini juga menjadi penopang beras di Kubu Raya.

“Kita ingin menyampaikan kepada semua pemuda di Kecamatan Terentang dan Kabupaten Kubu Raya secara luas, kalau kegiatan bercocok tanam ini merupakan peradaban unggul yang paling tua yang pernah ada di Republik ini, sebagaimana yang sering di sampaikan pak Bupati kita, kalau kegiatan ini merupakan bagian dari merawat peradaban bercocok tanam yang unggul,” ujarnya.

=========================

SUMBER