Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 39 Hari

Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial Momentum Bangunkan Karakter dan Imajinasi Pemuda

Senin, 4 November 2019

Sungai Raya - Ribuan pemuda dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA dan Mahasiswa dari sejumlah Sekolah dan Universitas yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak Kalimantan Barat (Kalbar) dan sekitarnya memadati Sawah Parit Keladi (Sparkel) Kecamatan Sungai Kakap untuk melakukan tanam padi serentak dalam Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial, Minggu (3/11/2019).

Gerakan Wisata Tanam padi Milenial ini merupakan inovasi baru yang diciptakan penggagas terbentuknya Kabupaten Kubu Raya yang juga Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H.

Tingginya antusias pemuda dalam Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini menjadikan persawahan di kawasan Desa Parit Keladi bagaikan sedang nonton konser musik karena hampir setiap penjuru persawahan Desa Parit Keladi tampak ribuan pemuda berdesak-desakan dan berjalan perlahan untuk melakukan penanaman padi secara serentak. Bahkan ribuan pemuda inipun tidak menghiraukan kondisi sawah yang becek dan berair sehingga mengikhlas pakaian dan celananya kotor dengan tanah.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Minggu pagi ini juga dihadiri Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo, S.E bersama istri Atzeby Yatu Lensi, Sekretaris Daerah Kubu Raya, Yusran Anizam, S.Sos, M.Si bersama Istri Diyah Indah Setyasari, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XII Tanjungpura Mayor Jendral TNI. Muhammad Nur Rahmad, Danlanud Supadio, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Palito Sitorus, S.IP., M.M, Danlantamal XII Pontianak Laksamana Pertama TNI Agus Hariadi dan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si.

Kegiatan yang melibatkan Penyuluh pertanian Kubu Raya dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ini di awali dengan ngopi di sawah yang dilanjutkan dengan senam massal Tari Harmoni dan Joget Pesona Kubu Raya yang dilakukan di atas persawahan Desa Parit Keladi seluas 70 hektar yang diikuti ribuan pelajar bersama Gubernur Kalbar, Forkopimda Provinsi Kalbar, Forkopimda Kabupaten Kubu Raya, seluruh Pimpinan Organisasi Perangakat Daerah (OPD) dan ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

Penanaman padi serentak ini dipimpin langsung Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang langsung diikuti ribuan pemuda dan petani serta undangan lainnya dengan memasukan benih padi ke dalam lahan persawahan.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, dengan Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini, dirinya optimis, Kubu Raya yang memiliki 30.000 hektar lahan sawah bisa diperkuat denga peran pemuda dengan teknologi pertanian yang lebih baik. Dengan gerakan yang melibatkan lebih dari 3.000 pemuda untuk melakukan tanam padi, Bupati juga menginginkan lahan tidur yang ada di kampung-kampung bisa diberdayakan dengan baik sehingga menghasilkan produksi padi yang cukup besar bagi daerah ini.

“Melalui momentum Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini, merupakan cara untuk membangun imajinasi dan karakter anak muda agar memiliki kesimbangan antara moderenisasi dengan alam, sehingga mampu membangun karakter yang unggul, sehingga peradaban bercocok tanam ini menjadi lebih terawat dan akhirnya kemadirian pangan juga terjaga sebagai bagian yang terpenting untuk ekonomi kerakyatan,” ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H saat membuka Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial di Desa Parit Keladi Kecamatan Sungai Kakap, Minggu (03/11/2019).

Bupati Muda menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari cara Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memperkuat 166 ribu rumah tangga yang tersebar di 123 Desa dan 9 Kecamatan agar semuanya mempunyai kemandirian pangan. Kalau kemandirian pangan sudah baik, maka akan memperkuat dan membangun ketenangan dan kebahagiaan bagi masyarakat.

“Kegiatan tanam rendengan ini sebagai keterwakilan dari Kecamatan Sungai Kakap, namun sebenarnya kita harapkan berpengaruh juga kepada Desa dan Kecamatan lainnya di Kubu Raya, karena kedepannya juga akan dilakukan di Kecamatan-Kecamatan lainnya. Dalam artian hari ini adalah momentum untuk kita melaunching program beras lokal dan mentekadkan agar hasil tanam padi musim rendengan saat ini dari Januari tahun 2020 mendatang akan diproduksi menjadi beras lokal Kubu Raya yang dikemas dan dilakukan dengan pasar sistemik seperti yang pernah dilakukan pada tahun 2010 lalu,” jelasnya.

Sementara itu Gubernur Kalbar Sutarmidji mengapresiasi Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial yang digagas dan inovasi dari Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan yang melibatkan kaum muda untuk belajar bercocok tanam. Gubernur mengatakan, dengan memiliki kurang lebih 30.000 hektar lahan pertanian di Kabupaten Kubu Raya, dari jumlah tersebut jika dilakukan 2 kali tanam, maka bisa menghasilkan 100 ribu ton beras dan kebutuhan beras di Kalimantan Barat sebanyak 546 ribu ton setiap tahunnya. Sampai saat ini pihaknya masih belum memiliki data tentang luas tanam sebenarnya, karena selama ini diklaim 529 ribu hektar namun setelah BPN melakukan klarifikasi di lapangan dengan titik koordinatnya, Kalbar hanya memiliki 217 ribu hektar. Jika data itu benar seluas 529 hektar maka Kalbar akan ada suflus 5.000 ton beras seharusnya, tapi kenyataan yang ada beras dari luar masih masuk 97 ribu ton, artinya data yang ada selama ini tidak benar, jadi jangan dibantah-bantah lagi.

“Kedepannya, kita akan melakukan intensifikasi. Jika saat ini 1 hektar baru menghasilkan 3 ton gabah kering, maka kita akan upayakan bagaimana bisa menghasilkan 4 ton bahkan bisa sampai 5 ton. Jik 1 hektar bisa menhasilkan 4 ton gabah kering giling, maka dengan luas 217 ribu hektar dengan 2 kali tanam maka terdapat 435 ribu hektar, kalau setiap hektarnya menghasilkan 3 ton saja maka akan ada kurang lebih 1,2 juta ton gabah kering giling yang menghasilkan 800 ribu ton beras. Artinya kita sudah surflus beras,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Gubernur menjalaskan, pihaknya akan terus mengupayakan agar luas area tanam ini bisa menghasilkan beras yang cukup besar dan Kabupaten Kubu Raya beserta Kabupaten lainnya menjadi pelopor untuk ketidak tergantungan beras dari luar.

“Mudah-mudahan akhir tahun 2020 mendatang, tidak ada lagi beras yang masuk ke Kalimantan Barat bahkan kalau bisa kita yang kirim beras ke daerah lainnnya, namun kirimnya dengan benar-benar jangan cuma untuk pencitraan saja,” harapnya. 

Gubernur menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalbar saat ini sedang menata bagaimana distribusi pupuk dan bibit bersubsidi bisa benar-benar diterima langsung oleh masyarakat petani.

“Saya minta kepada petani untuk terus menjaga sawahnya sehingga tanam padi ini bisa kita lakukan secara bersama-sama,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha mengatakan, Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini merupakan gagasan dari Bupati Kubu Raya sebagai upaya untuk menggerakan dan memotivasi para generasi muda untuk peduli dan mau turun dan ikut serta dalam sektor pertanian secara konferhensip.

“Artinya apa? Sektor pertanian ini memberikan peluang atau ruang yang sangat besar bagi aktivitas generasi muda untuk berkiprah. Dengan kondisi seperti ini, para generasi muda akan memiliki energi luar biasa yang harus kita disalurkan. Mengapa sektor pertanian yang kita dorong bagi generasi milenial ini? Karena pertanian merupakan suatu kegiatan yang sangat produktif dan memberikan inspirasi bagi kaum milenial untuk bekerja,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya Gandhi Satyagraha.

Gandhi menuturkan, Gerakan Wisata Tanam Padi Milenial ini juga merupakan cara bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya agar kaum milenial ini bekerja untuk menghasilkan bagi orang banyak. Tentunya kegiatan ini akan memberikan hal yang positif bagi generasi muda agar dapat bekerja dengan baik di sektor pertanian secara luas, baik itu holtikultura, tanaman pangan. Karena holtikultura juga terdapat buah-buahan, tanam-tanaman, sayur-sayuran dan lain sebagainya.

“Kegiatan ini juga akan memberikan motivasi yang luar biasa untuk kita menggerakkan hal yang positif bagi generasi muda kita. Dengan melihat antusias warga yang mengikuti kegiatan ini, tentunya akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk datang, sehingga kegiatan ini merupakan gerakan tanam padi secara serentak terbanyak yang pernah ada dan jumlah lahan yang ditanam ini di Kecamatan Sungai Kakap ini seluas 6.000 lebih hektar yang terdiri dari Desa Parit Keladi, Desa Sungai Itik dan Desa Pal IX seluas 3.000 hektar, Desa Sungai Rengas 2.500 hektar sedangkan untuk Desa Sungai Kakap, Desa Kalimas, Desa Pungggur dan Desa Tanjung Saleh terdapat 1.000 lebih hektar,” jelasnya.



=========================

SUMBER