Hari Raya Natal 25.12.2019 08:00 39 Hari

Bupati Muda: Jadilah Pengukir Sejarah

Selasa, 29 Oktober 2019

Sungai Raya - Hari Sumpah Pemuda adalah hari bersejarah. Karena itu, peringatan Sumpah Pemuda jangan menjadi sekadar formalitas. Hal itu dikatakan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 Tahun 2019 di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (28/10/2019).

“Saya berpesan kepada semua, jangan sampai menjadi pemuda-pemudi yang cengeng. Jangan sampai jadi pemuda-pemudi yang hanya suka curhat, mellow sana-mellow sini. Jadilah pemuda yang tegar, berkarakter, bermartabat, visioner menembus zaman, mampu melihat tantangan, dan mampu menjalani lika-liku perjuangan,” pesannya saat menyampaikan amanat.

Muda mengatakan, Sumpah Pemuda harus menjadi momen refleksi. Sejauh mana kontribusi segenap anak bangsa terhadap negara. Kabupaten Kubu Raya pun, ujar dia, juga eksis demi Republik Indonesia. Termasuk demi seluruh generasi di Kubu Raya yang tersebar di 9 kecamatan, 123 desa, dan 166 ribu keluarga.

“Saya ingatkan, ketika saat ini kaum terdidik sudah lebih banyak daripada yang tidak terdidik, berarti seharusnya sudah lebih jauh lompatannya. Memajukan diri dan daerah kita. Kita bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya.

Muda melanjutkan, saat ini kaum terdidik punya tanggung jawab terhadap kaum tidak terdidik. Hal itu, menurut dia, harus menjadi kesadaran semua pihak. Karena itu, ia menilai momen upacara peringatan Sumpah Pemuda sangat penting untuk mengobarkan semangat tersebut.

“Jangan pernah kendor dan hanya meratapi nasib. Kita harus membangkitkan semangat generasi muda. Sekarang era digital yang semua tantangan luar biasa ada di hadapan. Termasuk tantangan kaum tidak terdidik yang masih ada di kampung-kampung,” tuturnya.

Muda mengingatkan, sejak Kubu Raya terbentuk 12 tahun silam, slogan “Dari Kubu Raya untuk Indonesia” terus digaungkan. Hal itu dimaksudkan untuk mengobarkan semangat masyarakat dari berbagai kalangan. Rakyat Kubu Raya, sebutnya, harus tumbuh sehat dan mendapatkan hak-hak pendidikan yang layak.

“Semuanya harus mampu kita kuatkan agar semua rumah tangga di Kubu Raya ini mampu hidup bermartabat dan bahagia. Itulah visi yang kita tanamkan saat ini,” tegasnya.

Untuk itu, Muda mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk birokrasi untuk bersemangat dalam kinerja. Sebab tantangan ke depan lebih besar. Semua elemen daerah harus berupaya membuat Kubu Raya mengukir sejarah. Alih-alih hanya menjadi pengekor sejarah.

“Berpikir, berimajinasi, bergerak, dan berjuang menjadi pengukir sejarah. Tak sekadar pengekor sejarah. Karena itu kaum muda milenial generasi Z mari kencangkan pikiran. Era ini meski tantangan berat kita jangan cengeng. Fokus pada pikiran-pikiran besar dan perkuat talenta serta keterampilan,” ajaknya.

=========================

SUMBER