Maulid Nabi Muhammad SAW 9.11.2019 08:00 18 Hari

BPBD Kubu Raya Terus Data Kerusakan Rumah Warga Akibat Angin Puting Beliung

Kamis, 15 Agustus 2019

Sungai Raya - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya Mohtar yang ikut meninjau lokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Ampera Raya Kecamatan Sungai Ambawang bersama Bupati Muda Mahendrawan merasa bersyukur, karena musibah angin puting beliung hanya menyapu atap rumah warga saja dan berdasarkan data yang dimilikinya sampai saat ini belum adanya laporan korban jiwa.

“Kemarin sekitar jam 4 sore setelah mendapatkan perintah dari Bupati Kubu Raya, kami langsung melihat kondisi di sini, Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Ini kan merupakan musibah, jadi kita tidak bisa membendungnya karena ini merupakan kekuasaan dari Allah SWT. Sebelumnya kita sudah mempetakan daerah yang sering mengalami terjangan angin puting beliung ini sudah kita sampaikan, diantaranya di Kecamatan Sungai Kakap, Sungai Raya, Sungai Ambawang dan Kecamatan Kuala Mandor B. Daerah-daerah ini yang sering terjadi puting beliung,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya Mohtar saat meninjau lokasi terjadinya angin puting beliung di Desa Ampera Raya Kecamatan Sungai Ambawang, Rabu (14/8/2019).

Mohtar menuturkan, pihaknya akan terus mencari data jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan akibat puting beliung ini, namun bersadarkan data sementara yang dimilikinya sampai saat ini, baru ada 60 rumah warga, 11 ruko, 1 SMP Negeri 3 dan SMA Negeri 1 Sungai Ambawang, Kantor Desa Ampera Raya, Mushallah dan Posyandu. Namun pihaknya masih belum bisa memilah mana yang rusak berat dan rusak ringan, karena saat ini pihaknya terus mendatanya.

“Jumlah kerusakan rumah warga ini belum termasuk kerusakan rumah di Komplek Arafah Residence, karena kalau kita memang di Komplek tersebut terdapat 40 rumah warga dan 10 ruko yang mengalami kerusakan, namun semuanya belum dihuni sehingga ini  masih menjadi tanggung jawab dari pihak pengembang Perumahan. Karena kita hanya fokuskan mendata rumah warga yang memang sudah lama di tinggal,” tuturnya.

Mohtar menghimbau kepada warga jika dari kejauuhan sudah tampak pusaran angin puting beliung, warga diminta jangan keluar rumah namun tetap berdiam diri di dalam rumah, karena kejadian seperti ini tidak pernah seng atap rumah langsung ambruk ke bawah, tapi dia akan terbang keatas.

“Makanya kami larang warga untuk keluar rumah, karena kami khawatir terbangan atap rumah ini akan menimpa dan mencederai warga sendiri. Namun tetap saja di rumah, palingan kita hanya basah karena guyuran hujan. Karena ini juga merupakan pengalaman-pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya,” imbuhnya.

=========================

SUMBER