Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H 1.9.2019 08:00 12 Hari

Kodim 1207/BS Pontianak Turut Padamkan Karhutla

Selasa, 13 Agustus 2019

Sungai Raya - Kodim 1207/BS Pontianak yang terbagi dalam satgas Karhutla terus  melakukan patroli untuk meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sebelumnya sudah terbakar untuk memastikan sisa-sisa api dari wilayah yang terbakar sudah benar-benar padam. Mengingat lahan yang terbakar adalah jenis tanah gambut yang kalau dipadamakan hanya dengan cara dibasahi, maka akan muncul lagi percikan api dan terus menjalar ke wilayah lahan yang lain.

Komandan Kodim (Dandim) 1207/BS Pontianak, Kolonel Armed Stefie Jantje Nuhujananmenuturkan, jajarannya telah melakukan patroli dan siaga rutin di lahan seluas 16 hektare yang merupakan milik masyarakat yang menjadi korban rembetan dari karhutla di lokasi lain. Kemudian, katanya, api tersebut menjalar dan mengikuti arah angin, lalu merambat ke area milik masyarakat yang sebenarnya tidak tahu apa-apa.

“Bahkan dampak dari karhutla tersebut ada yang sudah mendekati perkebunan milik masyarakat dan peRmukiman tempat masyarakat tinggal,” ujar Dandim Stefie, baru-baru ini.

Sementara untuk total personel yang diturunkan untuk satgas karhutla, lan jut Stefie, yang menjadi tanggung jawab di bawah arahan Kodim 1207/BS Pontianak ada sebanyak 208 personel TNI gabungan yang dikomando oleh dirinya yang bertujuan untuk memadamkan titik-titik api yang ada disekitar wilayah Pontianak dan Kubu r Raya. Ia mengungkapkan dari total 208 personel tersebut, kemudian dibagi menjadi 23 tim.

Khusus di Kubu Raya, seperti di wilayah Teluk Pak Kedai, katanya ada empat titik dan wilayah Kubu ada 16 titik api yang jika dijumlahkan  titik api tersebut berada di atas 50 persen. Sedangkan di Daerah Sungai Raya dan Rasau Jaya masih dibawah 50 persen.

“Dari keseluruhan jumlah personel yang kita kerahkan, sembilan tim diantaranya disiagakan di kota pontianak, dan 14 tim lainnya disiagakan sekitar Kubu Raya,” jelasnya.

Sementara untuk unit dan kendala di lapangan, Dandim mengatakan yang masih menjadi kendala yang paling utama adalah alat yang digunakan untuk proses pemadaman, seperti pompa dan selang air. Untuk menanggulangi hal tersebut, tambahnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dan sinergitas dengan pihak lain, diantanya Polri, Manggala Agni, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Sehingga dengan adanya koordinasi dan sinergitas dengan pihak-pihak terkait, kekurangan yang kami alami seperti alat-alat, menyangkut kebutuhan pompa dan selang air yang sangat panjang bisa ditanggulangi,” paparnya.

Untuk ke depannya, Stefie mengimbau kepada masyarakat yang hendak merubah membuka lahan untuk merubah mindset agar tidak dilakukan dengan cara membakar. Ia juga mengajak masyarakat untuk memikirkan dampak kedepannya apabila masih melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang tentunya akan berdampak luas. Baik dari sisi anggaran yang harus dikeluarkan oleh pemerintah untuk pemadaman maupun dampak ekonomi yang ditimbulkan seperti penerbangan yang terganggu untuk titik api yang letaknya berada di dekat lokasi bandara.

“Selain itu kita juga mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga alam. Karena jika kita menjaga aalam, maka alam juga akan menjaga kita,” tegasnya.

Selain itu, salah satu lokasi titik api yang berada di kawasan Rasau Jaya atau lebih tepatnya di dekat sebuah pabrik nanas juga turut menjadi prioritas utama personel Kodim 1207/BS Pontianak untuk dipadamkan agar api tidak menyebar dan mengenai bangunan pabrik. Mengingat di lokasi tersebut sekitar 30 hektare lahan milik pabrik nanas tersebut menjadi korban terbakar karena rembetan api yang datang dari lokasi pabrik.

Pengurus pabrik nanas tersebut, Hartadi Abdullah juga turut berterima kasih atas dedikasi dan perjuangan yang telah dilakukan oleh jajaran TNI, khususnya personel Kodim 1207/BS Pontianak yang sudah rela bekerja memadamkan api yang berada di sekitar pabrik tersebut. Menurutnya, jika tanpa bantuan personel TNI yang terus bersiaga di sekitar pabrik, kemungkinan api tersebut bisa terus merambat dan bahkan bisa mengenai bangunan pabrik nanas tersebut.

“Ya tentunya saya selaku pengurus pabrik mengucapakan banyak terima kasih atas bantuan yang telah dilakukan oleh jajaran TNI dari Kodim 1207/BS Pontianak. Terlebih mereka rela bersiaga disini (sekitar pabrik), pasti api sudah membakar gedung dan tentunya kerugian lebih besar kita alami,” tutupnya Hartadi singkat.

=========================

SUMBER