Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H 1.9.2019 08:00 12 Hari

Masterplan E-Government Terintegrasi dan Smart City Kubu Raya Dimulai 2020

Selasa, 13 Agustus 2019

Sungai Raya - Sebagai upaya mewujudkan kota cerdas atau Smart City menuju Pemerintahan elektronik (e-government), Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) saat ini sudah menyusun masterplan atau rencana induk teknologi informasi dan komunikasi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan masih menunggu penerapannya.

Hal ini dilatar belakangi kebutuhan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang menghubungkan setiap kantor Pemerintah di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kantor Kecamatan, hingga Kantor Kelurahan/Desa, termasuk institusi publik yang terkait.

Bupati Kubu Raya H. Mudah Mahendrawan, S.H mengatakan, dalam merealisasikan e-government yang merupakan kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) yang sudah harus berbasis IT dan Perbupnya juga sudah jadi.

“Perencanaan untuk setiap tuturnya ini semuanya sudah dibuat. Namun yang paling diutamakan dulu memperkuat integrasi antar OPD. Yang dimulai dari Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan (SIMRAL) karena ini yang paling utama, kalau keluarannya dari sini sudah benar maka semua program akan berjalan dengan baik dan lancar karena di situ akan ada command center, data center dan Smart City-nya,” ungkap Bupati Kubu Raya H. Muda Mahendrawan, S.H. saat menggelar diskusi terkait Rencana Induk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)-Smart City Kabupaten Kubu Raya 2019-2024 Di Ruang Rapat Bupati, Senin (12/8/2019).

Bupati Muda menuturkan, Pemerintah Daerah tidak akan tergesa-gesa untuk melakukan ini, karena bukan kecanggihannya yang perlu dilihat tapi bagaimana sistem ini bisa kokoh dan benar-benar bisa terintegrasi antar OPD.

“Insya Allah tahun 2020 mendatang menjadi target kita untuk menerapkan ini. Sehingga pada tahun depan selain antar OPD juga bisa sekaligus terintegrasi dengan Kecamatan dan Desa. Mudah-mudahan pengembangan masterplan-nya bisa berjalan baik. Inikan hanya untuk melengkapi daerah-daerah yang belum memiliki jaringan saja terutama daerah yang terjauh seperti Kecamatan Batu Ampar, Kubu, Terentang dan Kecamatan Teluk Pakedai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kubu Raya, TH.C Leydianto mengatakan, konsep Smart City ini merupakan sebagai upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Bupati Kubu Raya untuk 5 tahun kedepan dan seluruh masyarakat Kubu Raya bisa memegang Information and Technology (IT) yang ada di daerah ini.

“Saat ini kita sudah mempunyai dasar setiap provider yang ingin mendirikan menara dan kita juga sudah memiliki masterplan, sehingga kedepannya untuk memperkuat semua ini harus memiliki Peraturan Bupati (Perbup) sebagai landasan kita dalam mengatakan provider yang ingin mendirikan tower di daerah ini,” ungkap Leydianto.

Leydianto menambahan, dalam menyikapi revolusi, globalisasi digital ini memang setiap Pemerintah Daerah suka tidak suka, mau tidak mau harus siap untuk menerapkan sistem Pemerintahan berbasis elektronik ini, sehingga hal ini tidak ada tawar menawar.

“Semua program yang berkaitan dengan aplikasi, sehingga bagaimana kedepannya kita menuju yang namanya e-government bisa terwujud dan bukan hanya sebuah perencanaan saja. Sehingga kedepannya terkait dengan pelayanan langsung maupun tidak langsung kita sudah menggunakan teknologi digital ini, jadi tidak lagi menggunakan hal-hal yang manual,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya ini menuturkan, sebagai langkah dalam mempersiapkan semua ini tentunya pondasinya dulu yang diperlukan berkaitan dengan hamparan Fiber Optik (FO) yang akan disebar di 27 OPD dan termasuk gedungnya. “Semoga kedepannya gedung yang akan dibangun ini tidak jauh dari Diskominfo,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Perwakilan konsultan penyedia jasa masterplan teknologi informasi dan komunikasi Irfan Setijono mengungkapkan, sejumlah strategi untuk mewujudkan Smart City Kabupaten Kubu Raya memberikan berbagai tahapan diantaranya, pertama, pengembangan aplikasi berbasis mobile app. Mengingat 97 persen pengguna perangkat TIK memiliki ponsel pintar. Kedua, pengembangan infrastruktur seperti command center, data center, dan seterusnya. Ketiga, pengembangan jaringan broadband dengan target membangun jaringan intranet dari data center ke Kantor OPD di kabupaten, kecamatan, dan Kelurahan/Desa. Keempat, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Kelima, penyusunan regulasi bidang teknologi informasi dan komunikasi-smart city.

“Berjalannya e-government ini didukung tiga hal. Pertama, perangkat keras terintegrasi yang berkualitas bagus. Kedua, membangun konten berbagai e-government yang digunakan oleh seluruh ASN dan publik. Ketiga, membangun standar operasional prosedur antar-kedinasan dalam memberikan layanan publik yang semakin efisien dari sisi biaya dan semakin efektif dari sisi proses dan hasilnya,” ungkap CEO PT. Taiba Consulting Indonesia Irfan Setijono.

 

 

 



=========================

SUMBER