Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H 1.9.2019 08:00 12 Hari

Pemkab Kubu Raya Manfaatkan Konverter Kit ABG Antisipasi Kebakaran Lahan Gambut

Selasa, 13 Agustus 2019

Sungai Raya - Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar) akan memanfaatkan konverter kit Amin Ben Gas (ABG) untuk mengantisipasi kebakaran pada lahan gambut.

“Mengingat bentangan lahan gabut yang sangat luas, ini tentu sangat rentan sekali untuk terbakar. Untuk itu, ke depan kita akan melakukan upaya antisipasi dengan memanfaatkan konverter kit ABG yang merupakan karya putra asli daerah, untuk meminimalisir terbakarnya lahan gambut tersebut,” ungkap Bupati Kubu Raya, H.Muda Mahendrawan, S.H usai menghadiri kegiatan Rakor penanggulangan Karhutla di Kalbar, Senin (12/8/2019).

Bupati Muda menjelaskan, luas total lahan gambut Kabupaten Kubu Raya adalah 342.984, yang terdiri dari gambut dangkal seluas 171.376 ha, gambut sedang seluas 38.954 ha, gambut dalam seluas 49.621 ha, dan gambut sangat dalam seluas 83.013 ha. Disaat musim panas, lahan gambut ini sangat mduah terbakar, sehingga perlu langkah tepat untuk mengatasinya.

Untuk itu, Bupati Muda menambahkan, mulai pada Anggaran Pemdapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2019 ini, pihaknya akan menganggarkan pembuatan sumur bor disekitar kawasan lahan gambut. Sumur bor ini nanti akan difungsikan untuk membasahi lahan gambut disaat kekeringan.

“Kita akan menggunakan mesin air untuk proses pembasahannya. Nah, kalau kita pakai listrik atau BBM, tentu akan menghabiskan banyak biaya, makanya kita akan memanfaatkan konverter kit ABG dan mengubah bahan bakar dari mesin air itu menggunakan gas, akan jauh lebih hemat,” tuturnya.

Bupati Muda menyatakan, dari hasil uji coba yang dilakukan belum lama ini, penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG) tabung tiga kilogram dengan konveter Kit ABG tersebut, dapat menghidupkan mesin air lebih dari 10 jam.

“Jadi, ketika musim panas, mesin air ini akan terus kita hidupkan untuk membahasahi lahan gambut, sehingga dengan kondisi lembab, dia tidak akan mudah terbakar. Ini merupakan salah satu upaya yang akan kita lakukan kedepan, agar kebakaran lahan gambut dapat kita minimalisir,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kubu Raya ini menejalaskan, untuk diketahui, konverter kit ABG adalah alat yang diciptakan oleh salah satu nelayan asal Kubu Raya, Amin yang digunakan untuk untuk mengubah sistem bahan bakar mesin yang sebelumnya hanya menggunakan bensin sehingga bisa dikonversikan menjadi bisa berbahan bakar LPG. ABG Converter Kit yang sudah disetting agar mampu menyuplai mesin menggunakan bahan bakar LPG dengan kinerja yang sama seperti mesin berbahan bakar bensin.

“Prinsip kerja ABG Konverter, mengalirkan gas LPG dari 2 tabung ukuran 3 kkilogram ke regulator tekanan tinggi yang telah diseting dengan keluaran maksimal. Kemudian gas dialirkan melalui selang LPG menuju ball valve (kran) yang berfungsi untuk mengalirkan atau memutus aliran gas dari tabung ke alat tersebut. Sedangkan Gas dari ball valve (kran) masuk ke Converter Kit Body kemudian bercabang dimana satu cabang mengalir menuju katup jarum yang berfungsi sebagai Idle Setting valve, suplai gas ini digunakan untuk menghidupkan mesin pertama kali (start). Cabang aliran gas yang lain menuju ke katup jarum yang berfungsi sebagai Acceleration Setting Valve, suplai gas ini digunakan untuk pembakaran utama pada saat mesin bekerja,” jelasnya.

Bupati Muda memaparkan, Konverter Kit ABG juga dilengkapi dengan Acceleration Valve yang berfungsi untuk mengatur jumlah pasokan gas LPG sehingga seimbang dengan bukaan udara mesin. Gas yang telah melalui sistem setting dan keseimbangan antara kebutuhan mesin dan pasokan LPG oleh ABG Converter Kit kemudian disalurkan melalui selang menuju karburator melalui Injector yang selanjutnya akan mengalir menuju ruang bakar mesin.

“Konstruksi dan prinsip kerja ABG Converter Kit sudah mengalami penyederhanaan dan pengembangan berkelanjutan sehingga saat ini dapat dikatakan bahwa ABG Converter Kit sudah dapat bekerja dengan sangat sempurna dan alat ini sendiri sudah mendapatkan hak paten dan NSI serta sudah diguanakan oleh ribuan nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain untuk perahu nelayan, alat ini juga bisa diguanakan untuk mengkonversi BBM pada alat Pembangkit listrik mikro untuk penerangan, pompa air untuk pertanian, peternakan dan perkebunan, mesin-mesin Pengolah dan produksi (Mesin Aerator tambak, Mesin pengolah ikan, Mesin Produksi Pakan Ikan, Mesin Perontok Padi, Mesin Penggiling Daging dan beberapa mesin lainnya,” paparnya.

=========================

SUMBER