Maulid Nabi Muhammad SAW 9.11.2019 08:00 18 Hari

Pemkab Kubu Raya Rencanakan Bangun Sumur Bor Antisipasi Karhutla

Jum’at, 9 Agustus 2019

Sungai Raya - Menjadi salah satu daerah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan membuat pemerintah Kabupaten Kubu Raya melakukan sejumlah antisipasi agar kabupaten yang termasuk memiliki lahan gambut cukup luas ini bisa terhindar dari kebakaran hutan dan lahan.

Setelah sebelumnya membentuk masyarakat peduli api, dan melakukan MoU dengan masyarakat khususnya petani untuk menghindari aktivitas pembukaan lahan tanpa bakar, untuk kembali menekan kasus kebakaran hutan dan lahan kini Pemerintah Kubu Raya berencana membangun sumur bor dan tendon disejumlah titik yang dinilai rentan terjadi kebakakaran hutan dan lahan. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Mokhtar mengatakan untuk tahap awal, sasaran rencana pembangunan sumur bor tersebut akan dilakukan disejumlah titik di Kecamatan Sungai Raya yang dilihat cukup sering terjadi kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya.

“Pak bupati, sudah meminta kami dari BPBD untuk membangun sumur bor dan diletakkan atau dibangun disejumlah titik yang sangat rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan,” kata Mokhtar kepada Pontianak Post, Rabu (7/8/2019).

Pembangunan sumur bor ini tentunya kata Dia, akan dibangun di lahan gambut dengan tujuan agar lahan gambut bisa secara rutin dibasahi terutama saat masuk musim kemarau, sehingga tidak mudah terjadi kebakaran. “Kalau lahan gambutnya basah otomatis juga membuat lahan akan subur,”ujarnya.

Untuk tahap awal, kata Mokhtar pihaknya berencana mengusulkan pembanguunan sebanyak 20 hingga 30 sumur bor dibeberapa titik yang sangat rentan terjadi kebakaran di Kecamatan Sungai Raya.  “Untuk tahap awal kami akan pakai sample dulu di beberapa desa di Sungai Raya, kalau upaya ini hasilnya baik, ke depan akan kami tingkatkan programnya,” jelasnya.

Adapun beberapa desa di Kecamatan Sungai Raya yang dipantau rentan terjadi kebakaran lahan kata Dia, seperti Desa Limbung, Arang Limbung, Teluk Kapuas, Sungai Raya Dalam, Sungai Bulan dan Mekar Sari.

Mokhtar menerangkan, sumur bor yang nantinya akan dibangun bermanfaat menampung air dan dengan menggunaakan mesin air yang telah ditampug tersebut akan di pompa untuk membasahi lahan setidaknya tiga hingga empat hari sekali dalam seminggu.

Mokhtar mengakui beberapa tahun terakhir, kebakaran hutan dan lahan cukup sering terjadi di sejumlah wilayah Kubu Raya. “Makanya kami juga berupaya maksimal agar ke depan setidaknya bisa mengurangi jumlah kasus kebakaran hutan dan laha di Kubu Raya,” ujarnya.

Beberapa waktu sebelumnya BPBD Kubu Raya bersama Dinas Pertanian Kubu Raya dan sejumlah pihak terkait lainnya memberikan edukasi dan sosialisasi bagi puluhan Gabungan Kelompok Tani di Kubu Raya untuk menghindari pembukaan lahan cara membakar. Mokhtar beharap usai mendapat edukasi dan sosialisasi para gapoktan tersebut bisa kembali mengedukasi para petani lainnya untuk menerapkan hal serupa, sehingga pada akhirnya ke depan tidak ada lagi masyarakat atau petani yang membuka lahan dengan cara membakar.

Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar bukan hal mudah, namun dia meyakini dengan seringnya diberikan sosialisasi dan pemahaman lambat laun secara bertahap pola pikir masyarakat akan bisa berubah.

“Selain terus memberikan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat agar bisa sama-sama lebih maksimal menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal masing-masing terhiindar dari kebakaran hutan dan lahan, yang terpenting kita juga harus berupaya melakuakn inovasi agar bisa mencegah minimal menekan kasus kebakaran hutan dan lahan ini,” katanya.

Muda menilai, meski tidak memerlukaan anggaran yang besar namun rencana  pembangunan sumur bor, dinilai mampu mencegah atau meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Seperti diketahui, kata Muda saat masuk kondisi kering untuk lahan gambut sangat mudah sekali terjadi kebakaran hanya karena percikan api dari daerah lain. “Makanya kami harap dengan membangun sumur bor ini nantinya secara rutin bisa difungsikan untuk membasahi lahan sekitar, sehinggaa bisa membantu meminalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Untuk tahap awal, kata Muda pembangunan sumur bor akan dilakukan disejumah titik yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar kawasan Kecamatan Sungai Raya.

Ditanya soal anggaran untuk pembanguann sumur bor kata Muda biayanya tidak begitu besar. “Untuk tahap awal, anggarannya pembangunan sumur bornya tidak besar mungkin Sekitar Rp10 hingga beberapa belas juta saja untu satu titik sumur bor,” ungkapnya.

Selain pemerintah daerah, kata Muda, pihak korporasi yang berinvestasi di Kubu Raya,   juga telah diimbau untuk mengeluarkan CSR nya masing-masing untuk bisa membangun sumur bor di sekitar areal konsesi perusahan. “Selain bisa mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, masyarakat juga merasakan dampak posititif dari pembanguann sumur bor  tersebut,” ujarnya.

=========================

SUMBER