Hari Raya Waisak 2563 19.5.2019 08:00
May 2019
S M T W T F S
28 29 30 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

PA Sungai Raya Siap Wujudkan Pelayanan Bebas Korupsi

Selasa, 30 April 2019

Sungai Raya - Pengadilan Agama Sungai Raya, Kubu Raya melakukan pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang disertai dengan peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pengadilan Elektronik (E-Court) Pengadilan Agama Sungai Raya.

Sebagai pengadilan baru, PA Sungai Raya dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, tetap berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat Kubu Raya. Artinya, walaupun serba terbatas, tidak menghalangi PA Sungai Raya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan.

Plt Ketua Pengadilan Agama Sungai Raya, Hj. Izzatun Tiyas Rohmatin, S.H.I., S.H., M.H, mengatakan pencanangan pembangunan zona integritas merupakan tahap pertama dari upaya membangun zona integritas sebagai miniatur program nasional reformasi birokrasi, yang dimaksudkan untuk mengikhtiarkan komitmen aparatur Pengadilan Agama Sungai Raya terhadap terwujudnya birokrasi yang bersih serta menghindari praktek-praktek birokrasi yang tidak sehat. Di sisi lain, komitmen yang tinggi diikhtiarkan untuk meningkatkan pelayanan yang prima terhadap masyarakat yang berperkara maupun membutuhkan layanan pengadilan.

Dikatakan Tiyas dalam pencanagan tersebut ada dua hal yang ingin diungkapkan kepada masyarakat terkait dengan komiten tersebut. Pertama, deklarasi atau pernyataan dari aparatur Pengadilan Agama Sungai Raya yang telah siap membangun Zona Integritas. Dan kedua, penandatanganan Pakta Integritas yang dimaksudkan untuk memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi; menumbuhkan keterbukaan dan kejujuran serta mempelancar tugas yang berkualitas, efektif dan akuntabel, termasuk untuk mewujudkan pribadi yang bertanggung jawab dan bermartabat.

“Kami menyadari dengan sepenuh hati bahwa deklarasi dan penandatanganan pakta integritas ini bukanlah semata-mata sebagai seremonial semata, melainkan sebuah janji yang tidak hanya disaksikan oleh para hadirin, namun yang lebih jauh adalah janji kepada Allah SWT, dan ini adalah komitmen kita memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Tiyas.

Menurutnya, keterbukaan dalam deklarasi dan penandatanganan Pakta Integritas ini dimaksudkan agar dalam ikhtiar bersama untuk membangun Zona Integritas di Pengadilan Agama Sungai Raya ini, dapat dipantau, dikawal, diawasi dan dibantu dalam kegiatan reformasi birokrasi khususnya menciptakan budaya bersih dan bebas dari korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Dalam kesempatan ini kami juga meluncurkan program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dimaksudkan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat dan memfokuskan pola interaksi masyarakat pencari keadilan dengan aparatur Pengadilan. Dalam mengakses seluruh layanan pengadilan, masyarakat tidak perlu berinteraksi dengan pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan pelayanan pengadilan,” terang Tiyas.

Program pelayanan ini diciptakan oleh Mahkamah Agung dan diterapkan oleh seluruh pengadilan di Indonesia untuk memastikan pengadilan dalam menyelenggarakan peradilan sesuai dengan asasnya, yakni cepat, sederhana dan berbiaya ringan.

“Khusus bagi para advokat, hari ini juga kami meluncurkan pelayanan pengadilan secara elektronik melalui aplikasi e-Court sebagai pelaksanaan dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan,” ujar Tiyas.

Melalui aplikasi ini, para advokat yang telah menjadi pengguna terdaftar akan dapat melakukan hal-hal sebagai berikut. Pertama, melakukan pendaftaran perkara secara elektronik dari manapun tanpa harus datang ke Pengadilan. Kedua, melakukan pembayaran panjar biaya perkara maupun tambahan panjar biaya perkara secara online maupun menggunakan fasilitas pembayaran perbankan yang tersedia, seperti transfer, internet atau mobile banking, SMS banking, maupun ke teller-teller perbankan tanpa harus datang ke pengadilan. Ketiga, menerima panggilan persidangan secara elektronik ke alamat e-mail yang dimiliki oleh Pengguna Terdaftar menggantikan peran Jurusita atau Jurusita Pengganti yang melakukan pemanggilan secara langsung.


“Ketiga program ini, yakni pencanangan zona integritas, pelayanan terpadu satu pintu dan pengadilan elektronik memiliki maksud dan tujuan yang sama, yakni mewujudkan aparatur pengadilan yang bersih dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyakarat. Akhirnya kami mohon dorongan, dukungan dan tegur sapa dari semua pihak agar apa yang kami ikhtiarkan ini dapat mencapai maksud dan tujuannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Tiyas.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kubu Raya Yusran Anizam menyambut baik adanya pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang disertai dengan peluncuran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Pengadilan Elektronik (E-Court) Pengadilan Agama Sungai Raya.

Menurutnya, hal itu merupakan sebuah komitmen yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Kubu Raya. Yusran menegaskan, Pemerintah Kubu Raya mendukung sepenuhnya seluruh kegiatan dan program-program PA Sungai Raya Kubu Raya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari Keadailan.

“Ini adalah sebuh contoh yang sangat bagus, dan ini kita butuhkan sebuah komitmen yang kuat secara bersama-sama memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat pencari keadilan,” ujar Yusran.

Yusran mengatakan, ditengah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada saat ini, PA Sungai Raya telah membangun komitmen pelayanan yang sangat baik. “Kita berharap dengan pembangunan zona integritas, kemudahan-kemudahan dan inovasi peayanan dapat menjadi solusi bagi tersedianya pelayanan yang baik kepada masyarakat,” terang Yusran.

=========================

SUMBER