Idul Adha 1440 H 11.8.2019 08:00 45 Hari

Fokus Percepatan Pembangunan

Kamis, 21 Februari 2019

Sungai Raya - Usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya periode 2019-2024, Muda Mahendrawan dan Sujiwo menyampaikan visi dan misi kerjanya selama lima tahun mendatang. Penyampaian visi dan misi tersebut digelar melalui Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kubu Raya Tahun 2019 di Qubu Resort Kubu Raya, Rabu (20/2/2019).

Paripurna Istimewa dihadiri Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, dan Anggota DPRD Kabupaten kubu Raya. Turut hadir Ketua dan Anggota KPU Kubu Raya, Panwaslu Kubu Raya, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta para pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah Kubu Raya dan para tokoh masyarakat Kabupaten Kubu Raya.

Dalam Paripurna Istimewa, Muda Mahendrawan memaparkan dan menjabarkan visi pemerintahannya, yakni “Terwujudnya Kabupaten Kubu Raya yang Bahagia, Bermartabat, Terdepan, Berkualitas, dan Religius”. Muda menuturkan visi tersebut akan ditindaklanjuti dengan sejumlah misi. Dimulai dari meningkatkan budaya kerja dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Dilanjutkan peningkatan pelayanan publik yang mendasar dan perbaikan kualitas hidup masyarakat. Kemudian penguatan otonomi desa. Lalu peningkatan penguatan aktivitas dan kelembagaan bernuansa religius di seluruh lapisan masyarakat. Dan terakhir meningkatkan penguatan peran perempuan untuk peningkatan kualitas dan kemandirian ekonomi.

“Kita ingin menekankan langkah-langkah solusi dan resolusi untuk lima tahun ke depan. Konkretnya itu adalah kita lakukan langkah-langkah percepatan,” ujarnya.

Muda mengatakan program-program pembangunan di manapun bersifat standar. Sehingga yang dibutuhkan adalah kecepatan dalam mengejar target sasaran tersebut. Hal itulah yang menurutnya sangat dibutuhkan. Bagaimana strategi, terobosan, inovasi, dan kebijakan yang dilakukan.

“Dan melalui regulasi-regulasi itu pada prinsipnya kita sampaikan secara utuh solusi dan resolusi untuk percepatan, terutama pelayanan dasar dan sekaligus pertumbuhan ekonomi rumah tangga masyarakat supaya baik. Juga untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan,” terangnya.

Muda mengungkapkan di hari pertamanya menjabat bupati, ia telah menyerahkan sejumlah rancangan peraturan bupati. Di antaranya terkait BOS daerah yang dimodifikasi supaya lebih tepat dan terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Kemudian rancangan tentang kelompok kerja percepatan pendampingan pengelolaan dan penatausahaan keuangan desa dan aset. Selain itu rancangan perbup terkait penataan pemeliharaan jalanan lingkungan dan jalan-jalan, jembatan, serta saluran drainase di Kubu Raya. Juga rancangan perbup pendampingan pengawasan dari kegiatan-kegiatan yang ada agar maksimal dan berkualitas tinggi. Begitu pula rancangan perbup BOP PAUD dan TK. Termasuk rancangan perbup untuk membebaskan masyarakat yang non-BPJS ke puskesmas atau pustu dengan subsidi dari pemerintah daerah.

“Perbup sudah dibuat. Itu namanya program. Sudah langsung ada. Bahkan dua bulan sebelum dilantik sudah disusun. Nanti akan kita sampaikan langkah-langkahnya,” ucap Muda.

Muda menambahkan pihaknya juga komit untuk memberdayaan masyarakat. Dirinya ingin memaksimalkan peluang kerja dan memperkuat perempuan serta ketahanan rumah tangga di perdesaan.

“Jadi hal-hal terobosan termasuk infrastruktur kita akan upayakan supaya berkeadilan, merata, dan ada percepatan-percepatan di dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan tentang target pencapaian Pendapatan Asli Daerah, Muda menyatakan dirinya menginginkan PAD yang meningkat tapi tetap dengan mengutamakan kualitas. Artinya, meningkat dengan tidak membebani sehingga bisa menghambat investasi dan kegiatan masyarakat.

“Jangan sampai mau meningkat tapi malah membebani. Kemana sasaran yang belum dimaksimalkan. Termasuk misalnya KIR, BPHTB, PNBB. Kalau perizinan cepat, maka cepat juga proses transaksinya. Kemudian KIR kendaraan, itu belum maksimal. Padahal di Kubu Raya jumlah sangat besar. Termasuk pendapatan-pendapatan lain seperti pajak dan retribusi,” imbuhnya.

Muda melanjutkan, pemerintahannya juga akan memperkuat sektor pariwisata termasuk ekonomi kreatif. Menurut dia, Kubu Raya punya cukup banyak peluang untuk membuat kegiatan khas daerah. Hanya saja belum ada keterpaduan sehingga belum bisa menjadi kalender wisata. Dirinya menghendaki ke depan Kubu Raya mempunyai ajang kegiatan berkala misalnya setiap dua pekan hingga sebulan sekali.

"Seperti event mancing, komunitas hobi khusus, dan sebagainya. Bahkan kegiatan menanam padi pun bisa saja dijadikan event dengan target pengunjung kaum milenial kota,” sebutnya.

Muda menyatakan banyak ide yang perlu digali agar Kubu Raya yang punya potensi alam melimpah bisa semakin maju. Menurutnya, hanya bagaimana persoalan strategi merealisasikan hal ini.

“Misalnya event Cap Go Meh kita juga bisa. Tidak hanya di Singkawang. Misalnya bikin Cap Go Meh keberagaman. Sehingga yang muncul tidak hanya etnis Tionghoa tapi juga etnis-etnis lainnya dalam sebuah karnaval keberagaman. Ini perlu diwujudkan ke depan,” pungkasnya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan dirinya selaku wakil bupati akan fokus membantu kelancaran tugas bupati. Ia menyebut semua program yang disampaikan adalah program Muda-Jiwo. Sehingga dirinya juga punya tanggung jawab untuk mendukung dengan melaksanakan tugas pokok dan fungsi sesuai bidang masing-masing.

“Dan tentunya juga harus siap ketika ada pendelagasian dan instruksi dari bupati,” imbuhnya.

Menurut Sujiwo, inti dari kepemimpinan Muda-Jiwo adalah keinginan untuk menjadikan segala sesuatunya lebih baik dari yang lalu. Karena itu, ia menyebut dirinya bersama Bupati Muda sudah berada di medan tugas dan turun ke masyarakat untuk melayani.

“Semua yang belum maksimal kita maksimalkan demi untuk pelayanan publik,” tegasnya.

Sujiwo juga menyatakan akan segera melakukan validasi data. Hal itu menurutnya sangat penting. Karena jika data tidak valid, maka kebijakan yang diambil akan salah. Sebab itu, ia menyatakan urgennya validasi dan verifikasi data.

“Itu harus dilakukan berkala. Ini menjadi atensi Muda-Jiwo, untuk semua database,” ucapnya.

Secara khusus Sujiwo mengungkapkan pemerintah daerah juga akan menyentuh generasi milenial agar mulai melirik profesi petani. Selama ini, menurutnya, kaum muda cenderung alergi dengan profesi petani, peternak, dan yang sejenisnya. Padahal ada peluang-peluang besar dalam profesi tersebut.

“Nah, ini kita akan coba gairahkan kembali kaum muda untuk mencintai dunia tersebut. Karena ini kan nilai ekonomisnya tinggi. Yang ada selama ini mungkin mereka tidak termotivasi atau tidak diberikan stimulus dari pemerintah. Dan bukan hanya sektor itu, pada sektor-sektor lainnya kita akan coba sentuh kalangan milenial,” tutup Sujiwo.

=========================

SUMBER https://www.humprokuburaya.com/