Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H 1.9.2019 08:00 12 Hari

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Periode 2019-2024

Senin, 18 Februari 2019

Sungai Raya - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji mengambil sumpah/janji dan melantik dua pasang kepala daerah periode 2019-2024 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (17/2/2019).

Keduanya adalah Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan dan Sujiwo serta Bupati dan Wakil Bupati Sanggau Paolus Hadi dan Yohannes Ontot. Pelantikan bupati dan wakil bupati dirangkaikan dengan Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda masing-masing kabupaten.

Dalam sambutannya Gubernur Sutarmidji meminta kedua kepala daerah untuk fokus pada upaya pengembangan desa mandiri. Menurut Sutarmidji, pembangunan desa merupakan bagian dari prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan program Nawa Citanya.

“Jadi fokuskan pembangunan itu di desa karena dengan konsep pembangunan nawa cita dimulai dari pinggiran yakni desa. Karena yang menyambungkan dengan pusat itu desa. Oleh karena itu desa mandiri mesti dilakukan,” terangnya.

Menurut Sutarmidji, konsep pembangunan dari desa akan terukur dan dapat cepat merespons berbagai permasalahan masyarakat desa. Ia menyebut respons dari para kepala daerah di Kalimantan Barat terkait isu desa mandiri sudah sangat baik. Para kepala daerah, menurut dia, sudah menyampaikan desa-desa yang dapat ditingkatkan menjadi desa mandiri.

“Mudah-mudahan ini menjadi model dan konsep kerja sama pembangunan yang sinergis antara pusat dengan daerah. Saya yakin konsep inilah yang paling bagus,” ujarnya.

Selain desa mandiri, Sutarmidji juga mengingatkan kepada dua pasangan kepala daerah untuk komit pada aturan yang ada. Menurut dia, berbagai persoalan akan dapat diatasi dengan pendekatan komitmen pada aturan yang ada.

“Jangan melakukan kebijakan tanpa menerapkan aturan, maka akan menjadi permasalahan di kemudian hari,” pesannya.

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan akan melihat data terakhir Kabupaten Kubu Raya sebelum melakukan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah. Pihaknya juga akan membuat regulasi-regulasi yang dihasilkan dari inovasi kebijakan yang akan diupayakan. Kesemuanya itu, menurut dia, dilakukan demi percepatan pembangunan daerah.

“Terutama di pelayanan dasar. Infarastruktur mestinya baik, seperti jalan, jembatan, dan sebagainya. Termasuk juga pertanian. Pendidikan dan kesehatan itu juga yang utama,” ujarnya.

Muda juga mengungkapkan akan membenahi pelayanan terpadu yang terkait erat dengan perizinan. Menurutnya, hal itu akan sangat berpengaruh pada multi efek ekonomi di daerah. Dengan begitu, gerak perekonomian akan semakin cepat dan diharapkan bisa mengejar klasifikasi desa yang diharapkan, yaitu desa mandiri.

“Supaya memperbanyak desa mandiri dan indeks desa membangun yang terdapat 50 indikator di dalamnya di mana kita akan sisir satu persatu untuk dilihat supaya minimal desa mandiri di Kubu Raya ada 30-40 dan tidak ada lagi desa yang sangat tertinggal,” ungkap Muda.

Muda menegaskan gerak pemerintahan saat ini tidak boleh bersifat standar dan rutinitas. Melainkan harus banyak inovasi dan terobosan. Kesemuanya harus dilakukan demi mempercepat pembangunan daerah. Terkait kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah, Muda menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Tentu memulai sesuatu harus melihat dulu existing dan hal-hal yang ada di situ, apakah selama ini pencapaiannya stagnan dan sebagainya, atau indikatornya semakin memburuk atau membaik. Barulah dilakukan langkah-langkah,” tuturnya.

Menyinggung sejumlah target priotas, Muda mengatakan akan mengupayakan pembangunan infrastruktur yang lebih berkeadilan dengan sebaran yang semakin luas dan seimbang. Begitu pula di bidang pendidikan, bagaimana meningkatkan kembali rata-rata nilai kelulusan sekolah di tingkat dasar.

“Kematian ibu dan bayi, gizi balita, angka gizi yang kurang, stunting yang cukup tinggi angkanya, itu semua potret-potret yang sudah seharusnya turun dalam lima tahun ini tapi ternyata ada kenaikan. Itu menjadi tanggung jawab kita untuk bisa mempercepatnya. Kita juga berupaya mengejar sektor pariwisata supaya banyak ajang wisata dan destinasi yang diciptakan dan menjadi magnet Kalimantan Barat,” tuturnya.

Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut posisi bupati dan wakil bupati laksana mata rantai. Karena itu, ia menegaskan akan mendukung penuh semua kebijakan bupati yang terkait dengan visi dan misi, program kerja, dan kebijakan.

“Kewajiban saya untuk mem-backup dan mendukung sepenuhnya berkaitan dengan hal itu. Pada intinya kami akan laksanakan tugas pokok dan fungsi masing-masing sesuai yang diamanatkan peraturan dan perundang-undangan,” ucapnya.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya Rosalina Muda Mahendrawan menilai jabatan yang diembannya sebagai ladang amal yang harus disyukuri. Meski sekaligus juga menjadi amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Setelah dilantik menjadi Ketua TP PKK Kubu Raya, Rosalina komit untuk mengikuti dan mendukung program-program pemerintahan Muda-Sujiwo ke depannya.

“Sebagai ketua PKK, kita akan menyesuaikan keadaan suatu daerah, misalnya melalui pogram pemberdayaan masyarakat dari pemerintah daerah kita akan ikut serta. Intinya kita membantu pemda membangun Kabupaten Kubu Raya menjadi lebih baik,” tuturnya.

Senada itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Kubu Raya Atzebi Yatu Lensi Sujiwo juga akan mendukung gerak pembangunan daerah sesuai tugas pokok dan fungsinya selaku pengurus PKK daerah. Meski menyadari akan banyak waktu tersita, Atzebi mengaku yakin hal tersebut akan dapat diatasi dengan baik.

“Insya Allah bisa diatasi untuk masalah waktu, dan saya yakin tidak akan kekurangan untuk waktu kebersamaan bersama keluarga,” ucapnya.

=========================

SUMBER