Hari Kemerdekaan RI ke-73 17.8.2018 08:00
August 2018
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31 1

Devi Yakinkan Putera Daerah Bisa berprestasi di Kejuaraan Dunia

Rabu, 1 Agustus 2018

Sungai Raya - Juara dunia Hapkido pada nomor Dae Ryeon atau tarung di kelas feather under 57 kilogram tahun 2018, Devi Safitri Selasa (31/7) siang tiba di Kubu Raya. Saat mendarat di Bandara Supadio sekitar pukul 13.30 wib, dara asli Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya ini disambut keluarga dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Raya berserta sejumlah pihak terkait lain. Kemudian ia diajak menyambangi Kantor Bupati Kubu Raya.

Rasa haru dan bahagia terlihat jelas dari raut wajah Devi, saat disambut kalungan bunga. Sesekali si sulung dari dua bersaudara ini menyeka air mata saat melihat sambutan antusias banyak pihak atas prestasi yang telah diraihnya pada 29 Juli lalu di Korea Selatan.

“Hari ini saya senang sekaligus haru, karena hanya dengan modal semangat, kerja keras dan doa dari banyak pihak akhirnya saya bisa memberikan prestasi terbaik pada kejuaraan di Hapkido,” kata Devi dengan berlinang air mata di ruang rapat Kerja Kantor Bupati Kubu Raya.

Devi menerangkan, salah satu motivator yang membuatnya yakin bisa menorehkan prestasi terbaik pada kejuaraan dunia Hapkido tak lain dari sang pelatih, Rusli. Devi mengaku sempat kesal dan menyayangkan sang pelatih tidak bisa ikut ke Korea Selatan untuk membimbing dan memberikan semangat saat dirinya akan bertanding. Namun apa daya, karena keterbatasan dana, Devi pun harus mengikhlasnya keberangkatannya ke kejuaraan dunia tanpa ditemani sang pelatih.

“Kamu berangkat saja dulu sendiri, buktikan walaupun hanya anak desa kamu tidak kalah dari atlet-atlet di luar sana. Tentunya kami disini akan selalu memberikan dukungan dan doa terbaik buat kamu,” kata Devi menirukan pesan dari sang pelatih.

Ditemani sejumlah atlet dan pelatih dari Jakarta Devi pun terbang ke Korea Selatan. Semula sempat ragu melihat kepiawaian dan skill atlet negara lain. Meski begitu, Devi berusaha meyakinkan diri untuk memberikan yang terbaik dan akhirnya mampu meraih medali emas pada kerujaan dunia Hapkido yang diikuti 19 negara tersebut.

“Apa yang saya raih saat ini rasanya seperti mimpi, seorang anak desa dari Sungai Ambangah, yang sebelumnya tidak dikenal dan dipandang orang saat ini bisa meraih prestasi yang mampu membanggakan daerahnya,” ucap Devi dengan tangis haru.

Karenanya Devi meyakini semua putera daerah terutama dari Kubu Raya juga bisa mendapatkan prestasi yang sama mulai dari tingkat lokal, nasional bahkan internasional, “Asalkan ada kemauan, usaha dan kerja keras, saya yakin kita pasti bisa meraih prestasi terbaik. Yakin Putera daerah Kubu Raya bisa, dan go internasional,” terangnya.

Kendati sudah meraih prestasi terbaik dan membanggakan bangsa, namun Devi tampak masih enggan melanjutkan studi untuk ke perguruan tinggi. Pasalnya Devi yang merupakan yatim piatu tidak mau membebani keluarga untuk biaya pendidikannya.

“Sebenarnya saya pengen lanjut kuliah, namun saya masih punya satu adik yang masih sekolah, kalau saya lanjut lagi pendidikannya, otomatis saya akan membebani keluarga. Makanya saya memilih untuk daftar Tentara, mohon doanya semoga saya bisa lulus, jadi saya bisa bantu menyekolahkan adik dan bisa lebih mandiri nantinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus yang turut menyambut kedatangan Devi mengaku bangga atas prestasi yang telah diraih puteri daerah asli Kubu Raya. Prestasi yang telah diraih Devi lanjutnya membuktikan bahwa peluang untuk mengukir prestasi terbuka bagi siapa saja. “Intinya terus berusaha dan bekerja keras dibarengi dengan doa, yakinlah siapapun pasti bisa mengukir prestasi terbaik,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Hermanus pun menyampaikan Bupati Kubu Raya, Rusman Ali akan memberikan reward atas prestasi yang telah diraih Devi Safitri. “Untuk apa jenis reward atau bonus yang akan diberikan, itu saya belum bisa kasi tahu, tergantung kebijakan dari pak bupati. Kita tunggu saja nanti usai pak bupati pulang dari tugas keluar kota,” jelasnya.

Melihat mulai banyaknya atlet Kubu Raya yang berprestasi membuat Hermanus mengimbau Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kubu Raya untuk terus meningkatkan perhatian dan kepedulian untuk mendukung maju dan berkembangnya prestasi atlet pada setiap cabang olahraga yang ada di Kubu Raya.

Pelatih Hapkido Kalbar, Rusli menerangkan, Hapkido masuk ke Kalimantan Barat tahun 2016 melalui short course. Pada tahun 2017 pengurus pusat Hapkido menggelar kejuaraan nasional kedua di Jogjakarta. Kala itu Kalbar mengirim lima atlet dan semua atlet asal Kalbar tersebut dari Kubu Raya. “Kala itu hasil yang didapat atlet Kubu Raya bisa meraih empat medali emas dan 1 perak,” ucapnya.

Atas prestasi yang diraih tersebut, Hapkido Kalbar termasuk Kubu Raya mendapat tiket pertama kali untuk kejuaraan Hapkido tingkat Asia Tenggara pada Maret tahun 2018 dan kala itu salah satu atlet asal Kubu Raya mendapat juara dua. “Selanjutnya akhir Juli lalu, Devi juga mendapat tiket dan berkesempatan mengikuti kejuaraan dunia Hapkido pada nomor dae ryeon atau tarung di kelas feather under 57 kilogram tahun 2018 yang diikuti 19 negara. Alhamdulillah hasilnya Devi pun bisa memberikan prestasi yang membanggakan bagi kita semua,” paparnya.

Lantaran saat ini Pengprov Hapkido Kalbar sudah terbentuk, Rusli berharap dalam waktu dekat pengurus cabang Hapkido Kubu Raya juga bisa segera terbentuk. “Saya berharap dalam waktu dekat Pengcab Hapkido Kubu Raya bisa terentuk, sehingga bisa lebih efektif dan maksimal dalam melatih para atlet di cabang olahraga Hapkido yang ada di Kubu Raya,” ucap Rusli.

=========================

SUMBER