Hari Guru 25.11.2017 08:00 4 Hari
November 2017
S M T W T F S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2

SMA TBK Sambut Siswa Paskibraka Nasional

Selasa, 29 Agustus 2017

Sungai Raya - Seluruh siswa dan dewan guru SMA Taruna Bumi Khatulistiwa menyambut kedatangan Rahmat Hersa Widiatmoko (siswa SMA Taruna yang menjadi anggota Pasukan Pengibaran Bendera Pusaka di istana negara) di halaman sekolah tersebut.

Kedatangan Rahmat pada Sabtu (26/8) siang disambut dengan upacara penyambutan bersama sejumlah siswa berprestasi lainnya yang telah membanggakan sekolah. Tidak hanya itu pihak sekolah  juga telah menyiapkan beasiswa kepada para pelajar tersebut.

Kepala SMA Taruna Bumi Khatulistiwa, Brigjen TNI (Pur). H. Wahid Hidayat Si.P.MM, mengatakan Rahmat menjadi siswa kedua yang mampu menjadi anggota paskibraka nasional. Karena terakhir kali siswa sekolah ini menembus nasional pada tahun 2001 lalu.

“Saya bangga sekali siswa saya bisa mewakili anak muda Kalbar bisa bicara di istana negara. Terlebih disana ada dua yang prestise yang paskibra, pengibar bendera laki-laki dan pembawa baki bagi perempuan. Itu yang diperebutkan dan siswa Rahmat menjadi komandan pasukan 8,” kata Wahid. Menurutnya ini tidak hanya menjadi kebanggan sekolah, namun juga kebanggan bagi masyarakat Kalbar sebab tidak mudah menjadi komandan pasukan 8 terlebih beban pengibaran bendera ada di pundak Rahmat.

Wahid menuturkan, siswa Rahmat dari awal memang anak yang pandai dan memunyai pribadi yang unggul dari yang lain. “Secara akademis siswa rahmat sangat berprestasi kemudian unggul dalam kepribadian. Dia baik santun orangnya dan aktif juga. Karakter disiplinnya bagus,” katanya.

Ketika upacara selesai, seluruh siswa dan dewan guru menyalami Rahmat bersama siswa berprestasi lainnya. Selain Rahmat tahun ini, SMA Taruna Bumi Khatulistiwa juga mengirim dua orang siswanya di Paskibraka Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu, Rahmat tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Saya merasa bangga bisa membanggakan nama sekolah, kabupaten dan provinsi sehingga ini menjadi pengalaman pertama saya,” kata siswa kelas XI tersebut.

Rahmat pun ingin mengucapkan terima kasih terhadap dukungan doa dan lainnya dari masyarakat Kalbar. Karena berkat doa warga Kalbar, kata dia, dirinya bisa menjadi komandan pasukan 8 di Paskibraka di pengibaran merah putih di istana negara.

Rahmat menuturkan bahwa awalnya dirinya tidak langsung ditunjuk menjadi komandan pasukan 8, karena semuanya dibuat tim dan dilatih setiap hari sebagai pengibar bendera.

“Setelah kami dibuat tim. Saya memilih komandan, jadi kami bertiga berembuk dengan Agus putra dan Riyanto Fajriansyah. Sebenarnya saya mau jadi pengibar bendera karena sudah dari dulu ingin jadi pengibar, cuman ketika melihat kesempatan ini saya langsung pilih komandan pasukan 8,” kata Rahmat.

Menjelang hari H, beberapa kelompok lainnya tersisih dan tersisa dua kelompok yaitu kelompok Rahmat dan kelompok lainnya. Kemudian untuk pemilihan kelompok pasukan 8 ini dipilih pada hari H. ”Jadi kami belum tenang akan berposisi dimana. Dan hari h baru terpilih kelompok saya bertugas untuk pengibar pagi,” katanya.

Anak kedua dari tiga bersaudara ini pun kemudian terpilih menjadi komandan pasukan 8 satu jam menjelang detik-detik proklamasi. Bersama Agus Putra yang bertugas sebagai penggerek, dan Riyanto Fajriansyah sebagai perentang merah putih mereka menaikan sang saka.   “Beban ada di pundak saya ini menjadi beban yang berat tapi yang menjadi motivasi saya karena saya mewakili Kalbar dan6 ingin membuat bangga. Inilah yang menjadi motivasi saya untuk menampilkan yang terbaik,” tutur Rahmat.

=========================

SUMBER