Tahun Baru Islam 1439 H 21.9.2017 08:00 0 Hari
September 2017
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

Panglima TNI Ingatkan Ancaman Cyber Narcoterorism

Selasa, 18 April 2017

Sungai Raya - Prajurit sebagai tameng keamanan negeri, perlu mewaspadai kejahatan lintas negara, sebagai imbas pesatnya teknologi yang memunculkan cyber narcoterism melalui dunia maya.

Hal itu disampaikan Komandan Pangkalan TNI AU Supadio Marsekal Pertama TNI Minggit Tribowo, S.IP selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara pengibaran bendera merah putih menyampaikan amanat Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Senin (17/4).

“Perkembangan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, kini telah muncul kelompok baru yaitu cyber narcoterorism. Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menyalahgunakan narkoba yang hasilnya digunakan untuk membiayai kegiatan terorisme,” ujarnya.

Maka dari itu, TNI harus mampu menepis semua bentuk-bentuk kejahatan yang sangat merongrong terhadap NKRI. Sebagai prajurit harus bisa memperhatikan dan jeli menyikapi hal-hal terkait tindak kejahatan.

“Saya ingatkan, kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia. Kelompok cyber narcoterorism menggunakan beragam situs terkemuka seperti Youtube, Twitter dan Facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan, perekrutan dan berbagai informasi. Hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya. Gerakan cyber narcoterorism menjadi musuh utama bangsa Indonesia saat ini bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia,” jelasnya.

Upacara bendera ini dihadiri seluruh jajaran prajurit Lanud Supadio Pontianak melaksanakan upacara bendera bersama. Pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan setiap sebulan sekali pada tanggal 17. Bagi pajurit upacara bendera merupakan acara sakral, sebagai rasa kecintaan pada negara melalui simbolis negara. Upacara berlangsung khidmat dihadiri seluruh pejabat dan komandan satuan serta segenap anggota pada satuan kerja di jajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon Komando 465 Paskhas Brajamusti, Detasemen Hanud 473 dan para Pegawai Negeri Sipil Lanud Supadio.

Untuk itu, perintah Panglima TNI, kepada seluruh jajaran TNI, komando kewilayahan, khususnya aparat intelijen harus terus memantau, mendeteksi gerakan-gerakan kelompok ini. Selanjutnya, kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar membentengi diri untuk tidak terlibat dalam kejahatan Narkoba, serta bangun terus kerjasama dengan aparat terkait lainnya untuk menangkal aksi radikalisme.

Menyinggung masalah penggunaan media sosial, Panglima TNI mengingatkan bahwa penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme.

“Guna membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar berita bohong (hoax) tersebut, maka kata kunci bagi prajurit dan PNS TNI adalah jangan mudah percaya terhadap berita bohong. Percayalah kepada komandan satuan dan harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat,” pungkasnya.

=========================

SUMBER